Gubernur Jateng Identifikasi Potensi Masalah Pilkada

MAGELANG, SM Network – Jelang Pilkada serentak di 21 kabupaten/kota se-Jawa Tengah tahun 2020, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sudah mengidentifikasi seluruh potensi masalah yang sifatnya lokal. Termasuk indikasi-indikasi yang perlu mendapat pengamanan dari pihak keamanan baik Polri maupun TNI.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Rapim TNI-Polri Daerah Jawa Tengah tahun 2020 di Hotel Atria Magelang, Kamis (6/2). Rapim bertajuk “Dilandasi Profesionalitas, Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri Siap Mengamankan Pilkada Serentak Tahun 2020 serta Mengawal Pembangunan Nasional Dalam Rangka Menuju Indonesia Maju”.

“Kita berkoordinasi untuk menunjukkan bahwa, Jawa Tengah siap menyelenggarakan Pilkada, termasuk proses-proses sosialisasi. Kita sudah mengidentifikasi potensi-potensi yang ada dan mudah-mudahan nanti dari pemerintah daerah, terus kemudian penyelenggara Pemilu siap,” ujarnya.

Hadir dalam Rapim, seluruh Dandim, Kapolres, Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat, Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka, dan segenap tamu undangan.

“TNI/Polri akan menyiapkan dari sisi pengamanan dan keamanannya agar demokrasi ini bisa berjalan dan menghasilkan pemimpin yang baik dan kualitas akan makin baik. Partisipan juga makin baik, nambah terus gitu,” katanya.

Ganjar menyebutkan, sudah mensinyalir ada beberapa daerah yang kemungkinan akan melawan bumbung kosong (calon tunggal, red). Untuk itu, pihaknya langsung mengidentifikasi kira-kira potensi yang nanti ditimbulkan apa.

“Ada juga yang di sana isu lokal, apakah itu isu sumber daya alam, apakah isu lingkungan, itu sudah kita coba identifikasi. Atau barangkali soal proses-proses seleksi-seleksi sebelumnya. Pilkades, apakah berdampak atau tidak, hari ini coba kita indentifikasi agar lokalitas itu betul-betul nanti bisa kita antisipasi sejak dari awal,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengutarakan, ada dua penekanan, yakni pertama pengamanan dalam tahapan-tahapan proses Pilkada. Kedua mengamankan dua agenda besar pembangunan nasional, yakni menciptakan lapangan pekerjaan dan menciptakan iklim situasi yang kondusif.

“Semua elemen bertanggungjawab dalam pengamanan tahapan-tahapan Pilkada itu. Pengamanan Insya Allah, Polri dibantu dengan kawan-kawan dari TNI akan siap mengamankan,” ungkapnya.

Pihaknya juga bersama seluruh elemen mengidentifikasi berbagai potensi masalah, potensi rawan dari semua proses dan tahapan pilkada. Kemudian dilakukan upaya pengelolaan dengan baik dan upaya pemberdayaan serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemui di tiap tahapan.

“Jumlah personel diturunkan operasi kepolisian adalah 2/3 dari kekuatan kepolisian yang ada di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi menambahkan, kesiapannya membantu kepolisian dan ada sepertiga kekuatan yang siap diturunkan jika diperlukan.

“Kita sudah sampaikan, semua TNI siap membantu kepolisian kalau tadi 2/3 personel, kami saat ini 1/3 kekuatan. Jadi 1/3 kekuatan, kami punya 26.000 pasukan yang ada, tetapi itu semuanya siap. Apabila situasi dan kondisi memerlukan,” paparnya.



Asef F Amani

Tinggalkan Balasan