Gubernur dan Polda Jateng akan Tindak Penimbun Masker

PURWOREJO, SM Network – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan dengan menimbun masker. Aparat penegak hukum akan bertindak tegas jika ada yang melakukan penimbunan.

Hal itu disampaikan Gubernur Ganjar saat ditemui wartawan dan dimintai tanggapan mengenai corona virus (Covid-19) seusai memberikan materi dalam Sarasehan dan Dialog Penguatan Budaya Sekolah Yang Ramah dan Menyenangkan di SMA Negeri 7 Purworejo, Rabu (4/3). Kegiatan diikuti para siswa, kepala sekolah, dan guru dari SMA/MA/SMK se Eks Karesidenan Kedu.

Menurut Ganjar, dengan permintaan yang tinggi dan produksi rendah, maka harga pasti akan naik. Hal itu merupakan hukum ekonomi. Meski demikian, pemerintah juga bertugas melakukan intervensi, antara lain dengan mencegah agar tidak terjadi penimbunan masker oleh pihak-pihak tertentu.

“Tidak boleh ada yang menimbun, kalau diperingatkan dan masih ada yang jalan (menimbun) maka para penegak hukum akan turun dan Polda Jateng sudah turun. Mumpung masih bisa berbuat baik, ayo lah. Ini masyarakat lagi membutuhkan. Jangan menari di atas penderitaan orang, rakyat kita lagi butuh itu, mari kita bantu,” tegas Ganjar.

Gubernur juga menekankan agar masyarakat yang sehat tidak usah mencari masker, tetapi menjaga gaya hidup sehat agar daya tahan tubuh kuat, serta membiasakan mencuci tangan memakai sabun sebagai disinfektan.

“Yang sehat tidak usah cari masker, masker untuk yang sakit saja. Yang sehat gaya hidupnya sehat, istirahat cukup, makan cukup, cuci tangan menggunakan sabun,” pintanya.

Mengenai kasus infeksi virus Corona (Covid-19) di Jawa Tengah, Ganjar menyatakan sejauh ini belum ditemukan adanya kasus. “Sampai hari ini belum. Ada di Banyumas yang lagi dirawat, dalam pantauan kita, mudah-mudahan tidak. Tapi seandainya terjadi, kita sudah menyiapkan protokol-protokol penanganan kesehatannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, saat menyampaikan materi paparan, Ganjar juga berpesan agar masyarakat tidak perlu panik memborong masker maupun bahan kebutuhan pokok.

Terpisah, Sekda Purworejo, Said Romadhon, saat memimpin rapat koordinasi antisipasi Corona, di ruang Sekda, juga meminta agar masyarakat tidak melakukan aksi borong. Dinas KUKMP dan Bagian Perekonomian diminta mengkoordinasikan dengan para distributor sembako. “Namun bisa dipastikan bahwa stok sembako di Kabupaten Purworejo aman dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan