Grebek Ketupat Batal Dilaksanakan

MUNGKID, SM Network – Menyambut bulan Syawal banyak berbagai tradisi yang diadakan oleh masyarakat, salah satunya tradisi gerebek kupat dan gelar budaya di Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Namun, akibat mewabahnya pandemi COVID-19, tradisi tersebut terpaksa ditiadakan.

“Tradisi gerebek kupat dan gelar budaya saat ini ditiadakan karena pandemi COVID-19. Biasanya dilangsungkan setiap bulan Syawal tepatnya pada Hari Lebaran kelima,” jelas tokoh masyarakat di Dusun Dawung, Gepeng Nugroho saat dihubungi, Sabtu (30/5).
Gepeng mengatakan, pelaksanaan semestinya dilangsungkan setiap Hari Lebaran kelima atau Kamis (28/5). Sehari sebelum Grebek Kupat dilaksanakan, panitia mengedarkan kelontong ketupat kepada masing-masing rumah di dusun. Kemudian, warga mengisi kelontong ketupat dengan uang atau voucher.

“Sehari sebelumnya panitia mengedarkan kelontong ketupat kepada masing-masing rumah untuk diisi biasanya isinya uang atau voucher. Terus kelontong ketupat nantinya dirangkai menjadi gunungan raksasa,” ujarnya.

Gunungan ketupat yang jadi tersebut, kata Gepeng, nantinya diletakan di masjid dan didoakan. Kemudian pada hari pelaksanaan, gunungan ketupat raksasa tersebut diarak menuju lapangan dusun. Arak-arakan diikuti warga masyarakat,” paparnya. Sebelum diperebutkan, lanjutnya, sesepuh menyampaikan untuk saling bermaaf-maafan. Kemudian setelah itu, warga masyarakat berebut ketupat tersebut. Selain itu, ada Tarian Pawitra atau penyucian diri. “Ketupat yang diperebutkan sekitar 2.000 sampai 2.500-an. Setelah itu, dilanjutkan dengan gelar budaya,” pungkasnya.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan