ilustrasi

YOGYAKARTA, SM Network – Getaran akibat gempa tektonik yang mengguncang wilayah selatan Jawa, Senin (22/6) dini hari, terasa hingga wilayah DIY dan Jawa Tengah. Laporan masyarakat yang tinggal di Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Magelang, guncangan gempa magnitudo 5,1 itu dirasakan cukup keras seperti ada truk yang melintas.

Sementara laporan dari beberapa warga yang bermukim di Purworejo, Klaten, Sukoharjo, dan Cilacap, getaran gempa mengakibatkan benda-benda yang letaknya digantung bergoyang. “Sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Gempa tersebut juga tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta Agus Riyanto, Senin (22/6).

Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 91 km arah selatan Kota Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 93 km. Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas subduksi.
Hasil analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pergerakan turun atau normal fault. Sepekan terakhir, BMKG melaporkan di wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur nihil kejadian gempa yang dirasakan.

Kendati, tercatat ada 11 kali gempa dimana 10 kejadian merupakan gempabumi dangkal, dan satu gempa menengah. Namun tidak ada warga yang merasakan gempa tersebut. Kejadian gempa selama periode sepekan terakhir berkekuatan magnitudo 2,7-4,8.
“Gempa selama satu pekan terakhir disebabkan oleh aktivitas subduksi dan sesar lokal. Frekuensi kejadian bisa dikatakan normal, tidak ada peningkatan aktivitas yang signifikan,” terang Agus.


Amelia Hapsari

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here