Geruduk Kantor Desa, Warga Dusun Wonoroto Minta Kejelasan Bantuan Desa

WONOSOBO, SM Network – Puluhan warga dari Dusun Wonoroto, Desa Tracap, Kaliwiro ramai ramai menggeruduk kantor Desa Tracap, Kemarin (30/6). Warga berbondong-bondong mendatangi kantor desa setempat untuk melakukan demo buntut dari pemberian bantuan untuk warga terdampak Covid-19 yang dianggap tidak merata dan tidak jelas.

“Kita datang kesini (Kantor desa) meminta kejelasan terkait pemberian bantuan ke warga yang terdampak covid-19 ini,” terang salah satu warga yang ikut berdemonstrasi, Trianto kepada Suara Merdeka. Pasalnya, selama masa pencairan bantuan kepada warga terdampak, menurutnya banyak penyaluran yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab, warga yang saat ini dikategorikan sebagai orang yang mampu, justru banyak yang menerima. Sementara mereka yang dirasa berhak menerima justru tidak masuk kedalam data.

“Ada janda, ada orang yang sudah tua, merekalah yang seharusnya berhak mendapatkan. Jutru tidak masuk dalam data. Sementara yang sudah mampu malah diberi bantuan. Ini sungguh sangat melukai hati kami,” tegasnya.Dirinya meminta bahwa sesuai dengan instruksi presiden, bantuan ini diberikan kepada warga yang terdampak Covid 19. Artinya, hampir semua warga menurutnya juga sangat terdampak. Mulai dari hilangnya mata pencaharian sampai pada berkurangnya pengahasilan warga.

“Harusnya desa bisa memberikan informasi secara jelas kepada warga. Mana yang berhak menerima dan tidak, jauh hari sebelum pencairan bantuan itu dilakukan. Sehingga ketika terjadi hal yang tidak tepat bisa disampaikan kepada perangkat untuk segera merubah data tersebut,” keluhnya. Bahkan dalam tuntutan itu, warga meminta salah satu Badan Pengawas Desa (BPD) Dusun Wonoroto, untuk turun dari jabatannya. Sebab menganggap BPD di dusun itu tidak mampu melakukan pengawasan penyaluran dengan baik.

“Karena katanya kalau BPD ini berhak memutuskan siapa yang berhak menerima. Tapi, dalam kenyataanya banyak yang tidak tepat sasaran,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Desa Tracap, Sugeng Riyadi mengakui jika pemberian bantuan itu dianggap tidak merata dan adil. Pasalnya jumlah warga di Desa Tracap sendiri saat ini sekitar 1200 an. Sementara bantuan yang turun hanya sekitar 500 bantuan.
“Jadi memang tidak bisa menyentuh ke semua kalangan. Tapi bantuan itu sudah hampir separo lebih yang diberikan kepada warga. Dan memang kita tidak bisa memenuhi semuanya,” katanya.

Menurutnya persoalan semacam ini juga banyak terjadi di desa yang lainnya. Bahwa ada beberapa bantuan yang datanya tidak dilakukan desa. Terlebih data yang diberikan banyak kepada warga adalah data tahun 2015 yang sudah banyak perubahan. “Sehingga data yang datang ke kita sudah langsung kita cairkan sesuai dengan data awal yang kita terima,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya akan berembug dkepada perangkat desa agar sisa bantuan dana desa yang belum dicairkan secara penuh bisa dibagi kepada warga yang lainnya. Khusus untuk Dusun Wonoroto ini ada 28 warga yang menerima bantuan dicover dana desa.
“Maka untuk bantuan yang diambil khusus dari dana desa ini, mereka meminta untuk dibagikan secara merata kepada warga di Dusun Wonoroto. Secara aturan memang tidak diperbolehkan. Tapi akan kita musyawarkan lagi persoalan ini,” jelasnya.


Adhib Annas M/dib

1 Komentar

  1. 715089 717196Excellent post, I feel internet site owners ought to acquire a good deal from this internet internet site its quite user pleasant. 200975

Tinggalkan Balasan