Gerakan “Kotak Kosong Cari Isi” Dibumikan

KEBUMEN, SM Network – Menghadapi Pilkada serentak yang mengarah calon tunggal sejak pelaksanaannya belum diundur dari 23 September menjadi 9 Desember 2020, memicu gerakan “Kotak Kosong Cari Isi”.

Gerakan yang dipelopori oleh Mantan Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Kebumen Prasetya Panggih itu pun kini dibumikan.

Menurutnya, menghadirkan calon tunggal yang nantinya melawan kotak kosong menciderai demokrasi. “Rakyat sebagai pemegang kedaulatan pun menjadi dikebiri,” tandas Panggih, Sabtu (11/7).

Tokoh muda asal Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren itu lantas menjelaskan hakikat demokrasi. Di mana dalam penyelenggaraannya memastikan rakyat berdaulat. “Dan Pemilu memberikan ruang kepada rakyat untuk menentukan pilihan, siapa pemimpin yang sesuai dengan hati nurani mereka,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Panggih, dalam Pilkada kali ini, merupakan momentum untuk kebangkitan daerah. Sehingga butuh pemimpin yang mampu membawa aspirasi masyarakatnya di tengah kondisi Kebumen mengalami keperihatinan. Terutama sejak pergantian bupati dan pengisian wakil bupati antar waktu pada 2019.

Sayangnya, untuk menentukan pilihan saja sudah digiring oleh partai politik yang menghendaki Pilbup Kebumen hanya ada calon tunggal. “Rupanya, partai politik itu hanya mewakili kalangan elite untuk kepentingan mereka sendiri serta bohir-bohirnya. Sedangkan aspirasi masyarakat yang mestinya diwakili malah diabaikan,” ucap Panggih.

Jadi, lanjut Panggih, demokrasi yang terjadi di Kebumen saat ini mau diakali selama tidak melanggar konstitusi. “Lalu, apakah parpol-parpol besar rela kehilangan marwahnya, ataukah marwah kalah sama jadah?,” imbuhnya.

Karenan itu, gerakan “Kotak Kosong Cari Isi” terus dibumikan. Selain memperjuangkan agar ada pilihan alternatif bagi masyarakat dalam menghadapi Pilbup mendatang, juga memperkuat kotak kosong jika nanti benar-benar menjadi lawan calon tunggal.

Gerakan itu pun mendapat sambutan positif dari Masyarakat Peduli Sejarah (Masdulah) yang telah mendampingi Menantu Wapres KH Ma’ruf Amin, Eno Syafrudien memenuhi Ngendong (berkunjung) di Kebumen pada Kamis – Senin (25 – 29/6). Eno yang digadang-gadang maju bupati untuk berkompetisi dengan kandidat lain itu rencananya juga kembali Ngendong dalam waktu dekat.


Arif Widodo / K5

Tinggalkan Balasan