Geopark Karangsambung – Karangbolong Bakal Diajukan ke UNESCO

KEBUMEN, SM Network – Geopark Karangsambung Karangbolong yang saat ini berstatus nasional bakal diajukan (GNKK) ke UNESCO. Pengajuan yang direncanakan tahun ini tersebut untuk mendapat pengakuan sebagai UNESCO Geopark Global (UGG).

“Saat ini kita masih dalam situasi ketidakpastian atas pandemi Covid-19. Namun bukan berati kita patah arang, tetap bangun optimisme agar GNKK (Geopark Karangsambung – Karangbolong) meraih UGG,” ucap Bupati Yazid Mahfudz saat berkesempatan melakukan sosialisasi Geopark Karangsambung – Karangbolong di Ruang Arungbinang kompleks pendapa.

Pihaknya pun menekankan dalam mewujudkan GNKK agar mendunia tersebut, tidak bisa hanya melibatkan unsur pemerintah saja. Tetapi butuh dukungan penuh dari badan usaha dan swasta. Terpenting lagi yakni masyarakat, utamanya di sekitar area geopark.

“Karena itu, kami meminta kepada para camat yang berada di wilayah geopark, untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat,” pintanya.

Dikatakan, konsep geopark telah diakui dunia sebagai konsep terbaik dalam hal pemanfaatan sumber daya geologi yang berkelanjutan. Sehingga pihaknya mengharapkan informasi terkait GNKK dapat dipromosikan dan disosialisasikan lebih luas lagi melalui optimalisasi digitalisasi di berbagai media.

“Tujuannya agar segala potensi yang ada pada GNKK , mulai dari geologi, seni, budaya, flora, fauna dan wisata alam bisa tersebar luas dengan cepat kepada siapa saja,” paparnya.

Ia pun meminta Badan Pengelola GNKK memibatkan peran serta para tokoh masyarakat, para perangkat, serta peran media. Terutama dengan menyasar kaum milenial agar lebih mengenal dan mencintai kawasan geopark.

“Lakukan pendekatan yang lebih segar untuk menyentuh kaum milenial dan menggalang kesadaran mereka agar berperan aktif dalam pengelolaan geopark,” ujar Yazid.

Lebih lanjut Yazid menjelaskan, kawasan GNKK memiliki potensi geologi dan kekayaan alam yang luar biasa, yakni membentang dari kawasan cagar alam geologi Karangsambung di Utara sampai dengan karst di pesisir Selatan. Meliputi 12 Kecamatan dan 118 desa, seluas 543,599 kilometer persegi.

“Tidak hanya bernilai secara geologis, namun juga memiliki keindahan alam dan budaya yang tidak terbantahkan,” imbuh Yazid.


Arif Widodo / K5

Tinggalkan Balasan