Gelombang Tinggi, BPBD Imbau Masyarakat Pesisir Pantai Tak ke Laut

KEBUMEN, SM Network – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mengimbau masyarakat di pesisir pantai Selatan untuk tidak ke laut. Pasalnya, gelombang tinggi yang terjadi saat ini cukup berbahaya.

Kendati demikian, gelombang tinggi yang sempat menerjang warung-warung di sejumlah objek wisata pantai Kebumen tidak mengakibatkan kerugian berarti.

“Kami sudah inventarisasi tidak ada kerugian yang signifikan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BOBD Kebumen, Salam, Rabu (27/5).

Dalam menghadapi kondisi berbahaya tersebut, pihaknya juga mengimbau nelayan tidak melaut. Pemkab pun telah menutup sementara objek wisata, termasuk pantai terkait antisipasi Covid-19. Sehingga tidak ada pengunjung yang berada di pantai saat ini.

Dikatakan Salam, adanya gelombang tinggi itu telah dilaporkan BMKG. Di mana terdapat pola sirkulasi di Samudera Hindia barat, dengan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara, umumnya dari Timur laut-Tengggara dengan kecepatan 3-15 knot. Sedangkan, di wilayah Selatan dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 3-20 knot.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan gelombang di sekitar wilayah tersebut. Tinggi gelombang 4-6 meter (sangat berbahaya) berpeluang terjadi di perairan selatan Jawa Tengah dan Samudera Hinda Selatan.

Selain Kebumen, perairan selatan dan Samudera Hindia Selatan yang berpeluang mengalami gelombang tinggi yakni Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Purworejo dan Yogyakarta.

Karena itu perlu memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot, tinggi gelombang di atas 1,25 meter).

Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot, tinggi gelombang di atas 1,5 meter), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tingggi gelombang di atas 2,5 meter). Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4 meter).

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada,” jelas Salam.


K5

Tinggalkan Balasan