Gelar Rapid Test, MWI Karangduwur Penuhi Persyaratan Pembelajaran Tatap Muka

KEBUMEN, SM Network – Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Karangduwur, Kecamatan Petanahan, Kebumen menggelar rapid test, Selasa (25/8). Kegiatan tersebut untuk memenuhi salah satu persyaratan pembelajaran tatap muka. Dari hasil rapid test tersebut, para siswa dinyatakan nonreaktif Covid-19.

Pelaksanaan rapid test itu didampingi oleh anggota Babinsa, Polsek dan pejabat kecamatan Petanahan. “Penyelenggaraan rapid test ini memang dalam rangka memenuhi persyaratan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di madrasah,” kata Kepala Madrasah Khabib Burrohman.

Kali ini, rapid test melibatkan petugas dari Puskesmas Petanahan sebanyak enam personel. Sasarannya 194 siswa dari wilayah luar kecamatan Petanahan yang berzona merah atau yang baru melakukan perjalan dari luar daerah. Sasaran tersebut berdasarkan rapat dewan guru dengan komite dan yayasan beberapa waktu lalu.

Di mana pihak madrasah dipersilahkan melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, namun dengan syarat harus menjalani rapid test. Terutama bagi siswa siswi yang berasal dari zona merah. Di samping itu memenuhi protokol Covid-19 yang berlaku. Antara lain pengecekan suhu badan saat masuk ke halaman, mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker dan menjaga jarak.

Khabib mengemukakan, pembelajaran tatap muka di MWI dilakukan bertahap. Diawali kelas 1 sejak satu Minggu lalu. Kemudian pada Minggu kedua kelas 1 dan 2, serta Minggu berikutnya sudah full kelas 1, 2, dan kelas 3. Setelah dilaksanakan rapid test, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang pengenalan wabah Covid-19 kepada para guru, karyawan dan pengelola yayasan.

Sosialisasi tersebut diisi langsung oleh dua dokter dari Puskesmas Petanahan dan dibuka oleh Camat Kecamatan Petanahan, Sri Kuntarti. Terkait dengan rencana pembelajaran tatap muka, Kuntarti menegaskan bahwa setiap lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal harus mengajukan surat izin.

Pihaknya pun mengapresiasi terhadap MWI Karangduwur yang melaksanakan rapid test sebagai langkah pemenuhan persyaratan tersebut. “Selain mengajukan surat izin pembelajaran tatap muka, juga ditambah dengan persyaratan-persyaratan atau dokumen-dokumen lain yang dilampiri surat persetujuan komite, kepala desa, camat dan orang tua,” tegasnya.

Selanjutnya diverifikasi oleh tim dari Dinas Pendidikan Kebumen dan dinyatakan memenuhi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Lebih lanjut, pihak sekolah atau madrasah juga harus mewajibkan memakai masker, menyiapkan alat cuci tangan dan sabun, termogun, serta ruang kelas yang sesuai dengan jumlah siswa agar bisa menjaga jarak.

“Bagi siswa yang kurang sehat atau memiliki suhu tubuh tinggi sekitar 38 derajat celcius, diharuskan mengikuti pembelajaran secara daring. Mari bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19. Dan semoga pandemi ini segera berlalu,” pintanya.


(Arif Widodo / K5)

5 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  3. 162091 122148Really fascinating topic , appreciate it for posting . 930448

  4. 635798 173876There is noticeably plenty of funds to recognize about this. I suppose you made particular nice points in functions also. 664535

Tinggalkan Balasan