Gelar Rapid Antigen Acak, Dua Wisatawan Borobudur Positif

MUNGKID, SM Network – Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang khususnya pada masa liburan Natal dan Tahun baru, tim gabungan Satgas Penanganan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Magelang menggelar Rapid Antigen Test secara acak.

Hal tersebut dilakukan terhadap ratusan wisatawan luar daerah yang akan mengunjungi Candi Borobudur, di Tourist Information Center (TIC) Brojonalan, Borobudur, Sabtu (28/12).

Berdasarkan hasil rapid Antigen test, tim Satgas Covid yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang menemukan dua orang positif dari 115 wisatawan yang akan berkunjung ke Candi Borobudur. Kedua wistawan yang positif tersebut berasal dari Bogor dan Bekasi, kemudian langsung disuruh kembali untuk tindakan selanjutnya di daerah asal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti, mengatakan rapid Antigen test ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Kita lakukan Rapid Antigen secara acak dengan prioritas pengunjung dari daerah zona merah, di luar Kabupaten Magelang seperti dari Jakarta, Jawa Timur, dan lain sebagainya,” jelasnya di sela-sela kegiatannya.

Dia menjelaskan kegiatan rapid Antigen ini dibiayai dari anggaran pemerintah Kabupaten Magelang dan Provinsi Jawa Tengah dan diberikan secara gratis.

“Pelaksanaan pada libur Natal dan Tahun baru dilakukan dua kali yakni hari ini (28/12), dan tanggal (31/12) mendatang dengan sasaran 100 wisatawan dari luar daerah,” terangnya.

Sementara itu Kabid Pelayanan dan Kesehatan Dinkes Kabupaten Magelang dr. Oktora Kunto Edhy menyebutkan dari 155 orang wisatawan yang dilakukan rapid Antigen terdapat dua orang wisatawan yang positif.

“Dua orang tersebut pengunjung dari Bekasi dan Bogor. Keduanya terpaksa langsung kita suruh balik untuk ditindaklanjuti dengan swab di daerah asalnya,” ujar dr. Kunto.

Sementara salah satu pengunjung Siti Rokayah dari Jakarta yang ikut di rapid Antigen, mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Magelang yang telah melakukan rapid terhadap wisatawan secara gratis.

“Kita malah berterima kasih karena kalau rapid Antigen sendiri harus keluarkan biaya Rp.250 ribu. Selain itu kita merasa tenang dan aman selama berkunjung di Candi Borobudur,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan