Gegara Secangkir Kopi, Paman Melayang di Tangan Ponakan Sendiri

SM Network – Sungguh nahas, Raiman (60) warga Kampung Kaduagung, RT 007 RW 002, Desa Kaduagung, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten harus meragang nyawa ditangan keponakannya sendiri karena masalah secangkir kopi.

Raiman tewas selepas percekcokan dengan saudara korban sekaligus pelaku berinisial Hm (39) akibat kopi yang lama dibuat.

Kisah berawal saat korban meminta dibuatkan kopi oleh istrinya, Mumu Rohayah. Namun kompor untuk merebus air sedang digunakan Hm.

Istri korban kemudian pergi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumah, guna meminta air panas untuk menyeduh kopi. Tak lama, terdengar suara pertengkaran antara Raiman dengan Hm.

“Setelah istri korban kembali ke dapur, kemudian korban menanyakan ke istrinya mengapa lama membuat kopinya. Kemudian pelaku yang menjawab dan terjadilah pertengkaran antara korban dengan pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Mochamad Nandar, melalui pesan elektroniknya, Kamis (7/1).

Kesal mendengar jawaban ponakan, paman itu pun memarahi pelaku. Ponakan yang juga pelaku, kemudian mengambil pisau dan menusukkan ke dada korban.

Usai menusuk, Hm kabur dan berhasil dikejar oleh Raiman. Pelaku kemudian mengambil balok kayu, kemudian memukul tubuh korban yang juga pamannya hingga tersungkur ke tanah di pekarangan samping rumah korban.

“Hm mengambil sepotong kayu lalu memukulkan ke arah korban yang kemudian jatuh. Setelah kejadian tersebut korban dibawa ke Puskesmas Cimanuk, dalam perjalanan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku Hm dikenakan pasal 338 dan atau 351 ayat 3 KUHP, atas dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan mengakibatkan meninggalnya seseorang.

“Ancamannya 15 tahun kurungan penjara. Kita juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” jelasnya. (viva).

Tinggalkan Balasan