Gegara Kamera Berujung Petaka

MUNGKID, SM Network – Tim Resmob Polres Magelang berhasil mengungkap kasus penemuan mayat seorang pria di Sungai Progo Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur yang ditemukan pada Sabtu (6/6) pukul 12.00.

“Awalnya ada laporan dari warga bahwa telah ditemukan sesosok mayat pria yang mengapung di Sungai Progo Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur. Kemudian kami dari pihak kepolisian dibantu pihak BNPB melakukan evakuasi terhadap korban,” jelas Kasat Reskrim AKP Hadi Handoko, dalam konferensi pers ungkap kasus di aula Mapolres Magelang Rabu (8/7).

Setelah itu, lanjut AKP Hadi, mayat korban dibawa Ke RSU Muntilan untuk diadakan Visum. “Dari hasil pemeriksaan terdapat beberapa kejanggalan, yakni ditemukan tanda-tanda kekerasan menggunakan benda tumpul. Selain itu di tangan kanan korban ada luka sobek,” ujarnya.
Atas dasar itu, maka pihaknya menyampaikan kepada keluarga korban bahwa berdasarkan laporan dari penyidik korban mati tidak wajar. “Sehingga kami harus melakukan autopsi, yang dilakukan di RS Bhayangkara Yogyakarta,” ungkapnya.

Dari hasil dari autopsi sendiri, memang benar ditemukan ada luka memar akibat benda tumpul dan luka sobek pada tangan kanan akibat benda tajam. “Yang mana posisi korban meninggal karena mati lemas. Jadi korban saat diceburkan ke sungai masih dalam keadaan hidup. Karena lemas kehabisan darah, sehingga korban meninggal dan tenggelam,” papar AKP Hadi.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, maka Tim Resmob Polres magelang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Dalam kurun waktu 1×24 jam, dua orang tersangka berhasil diamankan. “Dalam kurun waktu 1×24 jam, kami berhasil mengamankan atas nama Ty alias Ombos dan Rz,” katanya.

Dua orang tersangka lainnya mencoba melarikan diri. Berdasarkan informasi, mereka berhasil kabur ke Bogor Jawa Barat. “Keesokannya tim kami melakukan pengejaran, dan berhasil menangkap kedua tersangka lainnya atas nama Ng dan Ar alias Kutil di sebuah kontrakan di Bogor,” terang AKP Hadi.

Modus yang digunakan para tersangka yakni menagih hutang kepada korban. Saat menagih hutang saudara Nanang memukul korban menggunakan sapu hingga patah. Kemudian terjadi kesepakatan motor korban diambil untuk digadai. Namun dalam perjalanan korban dianiyaya oleh keempat pelaku.

Diketahui tersangka bernama Ty (21) merupakan warga Kecamatan Mertoyudan. Rz (20) Desa Bumiharjo, Kecamatan Borobudur. Ng (25) dan Ar (25) warga Kecamatan Mungkid.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni celana kain pendek retsleting rusak dipeniti tengah. Kaos lengan pendek warna coklat motif gambar plural. Satu unit SPM suzuki shogun warna hitam hijau nopol AA 4327 AK sebagai sarana milik saudara Rz. Satu unit SPM yamaha mio warna merah hitam sebagai sarana milik saudara Ty.

Korban sendiri bernama Rizki Adi Setiawan (25) yang merupakan warga Dusun Brongsongan, Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur. Kronologi kejadian tersebut yakni, sebelum kejadian korban berada dirumah saksi kunci yang berinisial DN. Kemudian korban didatangi oleh keempat tersangka, dan dijemput. Korban mengendarai motor yang dibonceng saudara Reza dan dipukul kepalannya. Korban jatuh kemudian dihabisi beramai-ramai oleh tersangka.

Untuk TKP penganiayaan berada di jembatan Sigug, kurang lebih lima Kilometer dari tempat penemuan korban.

Salah satu orang tersangka Ng menjelaskan bahwa ia menghabisi korban karena masalah sepele. “Jadi dia pinjam kamera SLR saya, kurang lebih satu tahun setengah lebih. Saat saya tagih kameranya sudah tidak ada. Terus mau ganti senilai Rp 500 ribu, namun uang gak dikasih padahal sudah berulang kali saya tagih. Niatnya mau saya kasih pelajaran,” ungkap Nanang.

Atas dasar tersebut maka tersangka dijerat adengan pasal 170 ayat (2) ke 1e KUHP dan atau pasal 351ayat (1), KUHP Jo pasal 55 (1) ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.


Dian Nurlita/ita

Tinggalkan Balasan