Gatot: Penolak KAMI Jadi Peringatan Agar Lebih Tangguh

MAGELANG, SM Network – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) berdeklrasi untuk seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Presidium KAMI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadir langsung dalam deklarasi yang digelar di Alun-alun Kota Magelang ini pada Jumat (18/9).

Mantan Panglima TNI ini membakar semangat massa aksi yang berdiri di bawah terik matahari menyengat. Turut hadir pula Presidium lain, Rochmat Wahab yang merupakan Ketua Umum Komite Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926. Lalu MS Kaban dan Bambang Sutedjo.

Termasuk Presidium KAMI Jawa Tengah, Mudrik M Sangidu dan Presidium KAMI Jogja, Sukri Fadholi. Adapun Koordinator KAMI di Kota Magelang dipegang oleh Priyo Waspodo, salah satu tokoh yang ada di Magelang.

Di hadapan massa aksi, Gatot mengatakan, KAMI merupakan gerakan moral yang hadir untuk menyelematkan Indonesia. Tujuan ini muncul, karena ia menilai ada sebagian kelompok yang terorganisir dengan rapi untuk mengganti Pancasila, yang otomatis akan mengganti NKRI.

“Di Magelang ini saya mengenyam pendidikan militer. Di sini pula saya mengucap sumpah prajurit, yakni setia pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Lalu saya sekarang bangkit, karena ada sebagian kelompok yang berusaha merubah Pancasila,” ujarnya.

Ia merasa bersyukur di Magelang ini deklarasi untuk seluruh wilayah Jawa Tengah, sehingga KAMI terus tumbuh dan berkembang. Ia pun mengklaim deklarasi ini tidak ada perintah, mereka berinisiatif sendiri.

“Semua ini berdiri sendiri, tidak ada yang memerintah. Ini karena jiwa perjuangan yang luar biasa. Maka, pertumbuhan ini wajar kalau ada hambatan dan tantangan. Di mana-mana ada penolakan. Itu peringatan dari Allah SWT bahwa, KAMI harus lebih tangguh dan hebat lagi,” katanya.

Para penolak ini, kata Gatot, tidak menjadi masalah. Mereka yang menolak merupakan saudara sesama Indonesia juga. Ia pun meminta massa KAMI untuk tidak memusuhinya.

“Kalau ada yang menjelekkan KAMI tapi berjuang untuk Indonesia berarti sama, mereka saudara kita juga. Penolakan ini merupakan tantangan dan peringatan agar kita lebih hebat lagi,” tandasnya di hadapan massa aksi yang dijaga ketat petugas Kepolisian dan Satpol PP ini.

Sementara itu, Presidium KAMI Jawa Tengah, Mudrik M Sangidu mengutarakan, Jawa Tengah harus menjadi lokomotif dan pionir perubahan yang ada di Indonesia. Dari Magelang ini pula mengalir perjuangan untuk merobohkan rezim jahat.

“Kalau rezim sekarang dinilai baik, maka mereka yang menyetujuinya itu buta dan tuli. Jangan percaya sepenuhnya apa yang disampaikan pemerintah,” jelasnya yang menyebutkan, lahirnya KAMI dari masyarakat yang teraniaya dan tertindas rezim. 

Ia pun mengingatkan para pejabat untuk tidak semena-mena dan sombong kepada rakyatnya. “Kalau kalian pejabat semena-mena pada rakyat, maka akan ada people power. Mudah-mudahan tidak sampai 2021 sudah berganti rezim,” ungkapnya.

1 Komentar

  1. 570133 233328wonderful post, very informative. I wonder why the other experts of this sector do not notice this. You should continue your writing. Im sure, youve a great readers base already! 55670

Tinggalkan Balasan