Gara-gara Hilangkan Ponsel, Bocah Tewas Dibakar Ayahnya

TEMANGGUNG, SM Network – Entah apa yang ada di benak Aji Firmansyah (37), sebab warga Dusun Tempuran, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung ini tega membakar anaknya sendiri dengan cara menyiramkan bensin ke tubuh anak lelakinya lalu menyulutnya menggunakan korek api. Sontak kejadian itu menggegerkan warga dusun di ketinggian Gunung Sumbing tersebut.

Tak ayal AF (12) anak laki-laki hasil pernikahan Aji dengan Parjiyati (25) istrinya itu mengalami luka bakar 90 persen di sekujur tubuhnya, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perawatan di Rumah Sakit dr Sarjito Yogyakarta. Adapun sang ayah juga mengalami luka bakar pada kedua kaki, tangan, leher, perut, dan telinga.

Dugaan dari aksi emosional seorang ayah terhadap anaknya itu lantaran AF menghilangkan ponsel milik ayahnya. Aji pun naik pitam ketika mengetahui ponsel miliknya yang dipinjam anaknya hilang dan tanpa pikir panjang menyedot bensin di sepeda motornya lalu disiramkan ke tubuh AF lalu menyulutnya dengan korek api. Tragedi pilu itu terjadi pada Rabu (27/5) petang.

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Alfan Armin mengatakan, api bahkan menyambar tubuh Aji sehingga bapak ini akhirnya sama-sama terbakar. Kejadian yang dimulai dengan percekcokan itu kemudian diketahui oleh Parjiyati yang kemudian histeris, sehingga teriakannya didengar oleh para tetangganya, kemudian melakukan pertolongan dengan menyiramkan air lalu membawa keduanya ke RSUD Temanggung.

“Setelah ada laporan kami langsung mendatani tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan. Dua orang yang terbakar ini semula di rawat di RSUD Temanggung, tapi karena kondisi AF parah lalu dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Namun dalam perawatan pada Kamis (28/5) AF meninggal dunia,”ujarnya Jumat (29/5).

Sedangkan ayahnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Temanggung, dan harus menjalani operasi. Oleh karenanya, yang bersangkutan belum bisa diminta keterangan. Termasuk pada diri Parjiyati saat ini masih syok sehingga belum bisa dimitai keterangan terkait kebenaran kronologi kejadian nahas tersebut.

Sejauh ini polisi telah meminta keterangan kepada 11 saksi dari para tetangga, tapi belum bisa menyimpulkan hasilnya sebab saksi kunci belum bisa diminta keterangan. Untuk keperluan ini, sejumlah barang bukti dari TKP sudah dikirim ke Labfor Polda Jateng untuk diteliti.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman, dan karena ayah dari korban juga masih harus menjalani operasi makan belum bisa diminta keterangan. Sejauh ini kami pun belum menetapkan tersangka. Tapi kita akan bekerja semaksimal mungkin dalam menyelesaikan kasus ini,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan