Ganjar Minta Bupati Tegas Tegakkan Protokol Kesehatan

TEMANGGUNG, SM Network – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Bupati/Wali Kota di wilayahnya untuk tegas menegakkan protokol kesehatan di masa pandemi ini, dan jika perlu ada punishment atau hukuman bagi pelanggarnya. Langkah tegas itu semata untuk memberantas mata rantai penyebaran korona, agar pandemi cepat berlalu.

Dia mengatakan hal tersebut usai mengunjungi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Temanggung. Sidak dilakukan untuk melihat persiapan penutupan sejumlah pasar usai ditemukan kasus positif Covid-19, di sejumlah pasar yang kemudian menjadi episentrum penularan.

“Bupati Wali Kota tidak usah takut tegakkan aturan misalnya ada yang nggak pakai masker bisa didenda.
Kalau ada lonjakan tinggi karena masifnya pengetesan, itu lebih bagus, dengan begitu, kita tahu seberapa banyak masyarakat yang positif maka bisa ditangani dengan baik. Jadi jangan khawatir, kami siap membantu percepatan penanganan covid-19 di Temanggung,”ujarnya, Selasa (16/6).

Adapun sejumlah pasar yang disidak adalah, Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Pasar Kandangan dan Pasar Ngadirejo. Selain mengecek persiapan penutupan, dia juga berkeliling untuk mengedukasi para pedagang agar tidak mengabaikan penularan Covid-19.

Di Pasar Kliwon dan Pasar Ngadirejo Ganjar sempat berdiskusi dengan para pedagang.

“Bapak ibu, tahu kenapa pasar ini besok ditutup, karena ada yang positif. Apa njenengan mau ketularan, tidak ta. Maka ayo tertib, pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan. Ayo kui sing umpel-umpelan mundur kabeh (itu yang berhimpitan semuanya mundur),”pinta Ganjar kepada pedagang di Pasar Ngadirejo.

Ganjar meminta Bupati Temanggung untuk mengoptimalkan rencana penutupan sejumlah pasar tradisional mulai 17-19 Juni. Dikatakan, penutupan pasar selain disemprot disinfektan harus pula dibarengi dengan
penataan dan pemenuhan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan yang ketat.

“Saya minta diatur, kalau sudah ada yang positif, pasarnya ditutup dulu dan dilakukan pengaturan. Diatur ini tidak hanya disemprot saja, harus diatur jaraknya, dikasih tempat cuci tangan dengan sabun. Kemudian disiapkan petugas jaga di depan dan keliling pasar untuk memastikan pedagang dan pembeli semua tertib,”katanya.

Gubernur juga menaruh perhatian khusus kepada Temangung sebab saat ini berada di peringkat 2 Jawa Tengah dengan jumlah total kasus 202. Meski demikian, dia meminta Pemkab Temanggung untuk tidak berkecil hati. Sebab adanya peningkatan karena masifnya pengecekan dan itu justru merupakan sebuah langkah tepat, agar dapat dilakukan tindakan selanjutnya.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, peningkatan kasus positif covid-19 memang banyak terjadi di pasar tradisional. Rencananya, pihaknya akan menutup pasar-pasar itu dan dilakukan penyemprotan dan diikuti penataan baik jarak maupun sarana prasarana. Diakuinya banyaknya kasus karena dibarengi dengan massifnya rapid test maupun swab agar ke depan lebih mudah untuk menanganinya.

“Tahap awal ini lima pasar yang kami tutup selama tiga hari, yakni Pasar Kandangan, Pasar Ngadirejo, Pasar Gemawang, Pasar Tembarak dan Pasar Jumo. Sesuai perintah pak Gubernur, nanti tidak hanya kami semprot, tapi juga akan kami tata dan lakukan pembinaan pada pedagang,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/K41

7 Komentar

  1. Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  3. 833087 943475Fantastic beat ! I wish to apprentice while you amend your web web site, how can i subscribe for a weblog site? The account aided me a appropriate deal. I had been just a little bit acquainted of this your broadcast provided bright clear thought 39019

  4. 470885 903068I truly appreciated this wonderful weblog. Make certain you keep up the very good work. All the very best !!!! 595682

Tinggalkan Balasan