SM/Dananjoyo : Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sekaligus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencoba alat GeNose C19 di UGM Science Techno Park, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1).

JOGJAKARTA, SM Network – GeNose C19 dianggap sangat efektif meningkatkan upaya tracing Covid-19. Cara kerjanya simpel dan cepat, yakni dengan cara melalui nafas yang dihembuskan ke dalam kantong plastik, kemudian dimasukkan ke alat GeNose yang terkoneksi dengan laptop, hasilnya akan keluar maksimal dalam waktu tiga menit.

Alat yang menggunakan kecerdasan buatan, atau artificial intelligence (AI), dalam bentuk “hidung elektronik” ini bisa menganalisa sampel pernapasan dan mencari tahu apakah terdapat unsur yang hanya ada dalam virus COVID-19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertolak ke Yogyakarta untuk melihat pembuatan alat pendeteksi Covid-19 karya Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose C19, di pabrik pembuatan GeNose C19, di UGM Science Techno Park, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020).

Tidak hanya melihat, Ganjar juga menjajal alat pendeteksi Covid-19 dengan tingkat akurasi 97 persen itu. Ia tampak menghembuskan nafas dan dimasukkan ke kantong plastik khusus yang disiapkan. Dalam hitungan waktu tiga menit, hasilnya sudah keluar dan Ganjar dinyatakan negatif.

“Wah cepat sekali, hanya hitungan menit sudah keluar hasilnya,” kata Ganjar. Ganjar langsung memesan 100 unit GeNose untuk dibawa ke Jawa Tengah. Namun sayang, karena masih sedikit berproduksi, baru 35 alat GeNose yang bisa dibawa Ganjar.

“Saya mau beli 100, tapi baru dapat 35 unit. Ternyata ini baru 10 hari berproduksi karena izin edar baru keluar,” terangnya. Lanjut Ganjar, Saya ke sini untuk melihat seperti apa kondisinya, sekaligus saya ngetes sendiri tadi bagaimana cara kerjanya.

Dari hasil tes, GeNose dianggap sangat efektif untuk meningkatkan upaya tracing Covid-19. Hanya dengan meniup nafas kita, kemudian diukur, tiga menit sudah keluar hasilnya apakah positif atau negatif.

“Ini waktu yang sangat cepat, dibanding dengan tes lain misalnya PCR. Nanti laboratorium tidak pusing lagi, masyarakat juga tidak sakit lagi karena harus diswab, cukup nyebul saja sudah keluar hasilnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here