Gadaikan Motor Teman, Residivis Masuk Bui Kedelapan Kali

KEBUMEN, SM Network – Masuk penjara tampaknya sudah menjadi langganan bagi NA alias Gareng (32) warga Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kebumen. Bagaimana tidak, redivisi ini masuk jeruji besi untuk yang kedelapan kali setelah ditangkap Sat Reskrim Polres Kebumen dalam kasus penggelapan sepeda motor Honda Beat milik temannya warga Kecamatan Sempor, Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, penggelapan dilakukan tersangka pada Sabtu (6/6) sekira pukul 18.50 Wib di daerah Gombong. Tersangka berpura-pura meminjam sepeda motor korban beberapa menit untuk digunakan menagih uang pada seseorang di Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong. Namun hingga esok harinya sepeda motor tak kunjung dikembalikan. Korban yang merasa curiga melaporkan kejadian itu ke Polres Kebumen.

“Berawal dari laporan itu, selanjutnya tersangka kami tangkap pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2020 di daerah Kecamatan Karanggayam Kebumen. Selanjutnya sepeda motor milik korban juga berhasil kami amankan,” jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Minggu (14/6).
Keterangan tersangka, sepeda motor telah digadai tanpa sepengetahuan korban.

Adapun uang hasil gadai telah digunakan untuk membeli baju serta berfoya-foya. Selain sepeda motor, masih dalam rangkaian kejahatan yang dilakukan oleh tersangka Gareng, tersangka sebelumnya membawa kabur handphone temannya warga Gombong serta uang tunai Rp 1 juta. Kepada polisi, tersangka yang sudah tujuh kali masuk penjara sejak tahun 2006, telah mengakui semua perbuatannya. Kini untuk ke-8 kalinya tersangka harus kembali ke hotel prodeo mempertanggungjawabkan kejahatannya.

Tersangka masuk penjara dalam kasus penggelapan sepeda motor dan diputus 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Purwokerto di tahun 2018. Selanjutnya pengakuan tersangka ada lebih dari lima kasus pidana yang tidak dilaporkan ke polisi. Namun saat itu kasus diselesaikan dengan jalur kekeluargaan. “Tersangka sudah sangat sering sekali melakukan pelanggaran tindak pidana. Semoga kali ini bisa jera,” pungkas AKBP Rudy seraya menyebutkan tersangka diancam dengan Pasal 372 KUH pidana tentang penggelapan.

Kasus Narkoba

Sebelumnya, Satres Narkoba Polres Kebumen menangkap AS (39) warga Desa Pekuncen Kecamatan Sempor, Kebumen setelah mengkonsumsi sabu di sebuah rumah kost di Jalan Tentara Pelajar Desa Kawedusan, Senin (1/6) sekira pukul 23.00. Saat akan ditangkap, tersangka sempat mengelabui petugas dengan membuang barang bukti botol plastik minuman soda yang diduga digunakan sebagai alat bantu hisap. “Kami tangkap tengah malam. Saat kami datang ke lokasi, tersangka sempat membuang barang bukti alat bantu hisap, namun berhasil kami temukan,” jelas AKBP Rudy.

Tersangka yang berprofesi sebagai makelar jual beli sepeda motor itu mengaku kurang lebih tiga tahun terakhir menggunakan narkotika jenis sabu. Saat ini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Kepada polisi, tersangka mengaku menyesal mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Namun penyesalannya harus ditebus dengan menjalani hukuman di dalam bui. Tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara. Adapun denda paling banyak Rp 8 miliar.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan