Foto – Suasana Pencoblosan di Barak Pengungsian Merapi

JOGJAKARTA, SM Network – Sebanyak 404 warga Dusun Kalitengah Lor yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2020 dengan melakukan pemungutan suara di barak pengungsian Desa Glagaharjo.

SM/Dananjoyo – Suasana Coblosan Warga Lereng Merapi di Barak Pengungsian

Di Kabupaten Sleman, terdapat satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang harus direlokasi karena masuk radius KRB Gunung Merapi yang sedang berstatus Siaga Level III, yaitu TPS 8 Kalitengah Lor.

TPS itu kemudian dipindah di sebelah timur barak pengungsian Glagaharjo, tepatnya menggunakan gedung TK ABA Cepitsari.

SM/Dananjoyo – Suasana Coblosan Warga Lereng Merapi di Barak Pengungsian

Pantauan Suara Merdeka di TPS sejak pukul 07.15 WIB, Rabu (9/12/2020), warga mulai memadati lokasi pencoblosan. Dari yang muda hingga yang usia tua.

Di TPS tersebut diterapkan protokol kesehatan seperti wajib cuci tangan, jaga jarak, menggunakan masker, dan saat memilih menggunakan sarung tangan plastik untuk mencegah paparan virus Corona atau COVID-19.

SM/Dananjoyo – Suasana Coblosan Warga Lereng Merapi di Barak Pengungsian

Seorang warga Kalitengah Lor, Pamungkas, bercerita dirinya harus turun dari lereng Gunung Merapi untuk ikut pencoblosan.

“Sebagian warga sudah mengungsi terutama lansia, kalau saya yang muda masih di atas. Ini turun sebentar untuk mencoblos,” kata Pamungkas saat ditemui di lokasi.

SM/Dananjoyo – Suasana Coblosan Warga Lereng Merapi di Barak Pengungsian

Ia mengaku tidak keberatan untuk turun dari tempat tinggalnya, dan menurutnya proses pencoblosan berjalan relatif cepat.

Sementara itu beberapa warga mengungkapkan tidak mengenal calon kepala daerah yang akan dipilih.

Salah satunya Sugeng (54), Ia tidak tahu siapa yang harus dipilih. Sebab, tak satupun calon yang ia kenal.

“Ya tadi asal nyoblos (calon). Mau gimana lagi orangnya tidak tahu semua,” ucap Sugeng.

Disela-sela pencoblosan, Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Cangkringan Sri Rahayu memaparkan seluruh warga Kalitengah Lor menyalurkan hak pilihnya di TPS yang sudah direlokasi. Total ada 404 warga yang punya hak untuk memilih, terdiri 206 laki-laki dan 198 perempuan.

“TPS 8 ini kan awalnya berada di lokasi 5 km dari puncak (Gunung Merapi), kemudian ada peningkatan status jadi TPS direlokasi. Ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan warga, terlebih status Merapi berstatus Siaga level III,” kata Sri.

Ia menerangkan dalam kondisi pandemi Corona ini penyelanggaraan Pilkada menggunakan protokol kesehatan level III, menggunakan masker, menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan. Pemilih wajib mencuci tangan dan diukur suhu tubuh sebelum masuk ke lokasi.

Saat memilih, warga wajib menggunakan sarung tangan plastik sekali pakai.

“Sarung tangan agar meminimalisir sentuhan langsung, setelah selesai tinta ditetes bukan dicelup. Karena kalau dicelup digunakan banyak tangan warga, kalau ditetes kan tidak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan