Foto Kendaraan Hagglunds untuk Merapi

JOGJAKARTA, SM Network – Saat ini PMI dan Basarnas telah menyiagakan kendaraan taktis amfibi hagglunds sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana di lereng Gunung Merapi menyusul naiknya status Gunung Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).

Kendaraan tersebut nantinya untuk memudahkan petuas saat melakukan evakuasi ke lokasi terdampak bencana. Sekretaris Jenderal PMI Pusat Sudirman Said menjelaskan, selain menyalurkan bantuan berupa hazmat, face shield dan masker bedah, PMI juga mengerahkan dua unit Hagglund BV-206 (kendaraan multifungsi) serta sejumlah relawan ke lokasi bencana untuk membantu evakuasi warga dan lainnya dalam upaya meminimalisasikan dampak dari bencana tersebut.

SM/Dananjoyo

Menurutnya, dua unit Hagglund tersebut diberangkatkan dari pangkalan di Cileungsi Kabupaten Bogor menuju lokasi Jateng yaitu di Kabupaten Magelang dan di DIY, yakni di Sleman. Sementara itu Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) menyebut Gunung Merapi di perbatasan Jateng-DIY sejak pukul 06.00-12.00 WIB pada Selasa (10/11) kemarin telah terjadi 12 kali gempa guguran.

SM/Dananjoyo

12 kali gempa guguran tersebut memiliki amplitudo 8 sampai 55 detik, tiga kali gempa vulkanik dangkal dengan durasi 19 sampai 34 detik. Aktivitas Gunung Merapi masih fluktuatif sejak dinaikkan statusnya Siaga (level III) atau melebihi ketika gunung tersebut masih berstatus Waspada (level II).

BPPTKG merekomendasikan daerah rawan bencana terkait aktivitas Gunung Merapi sejak ditingkatkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada 5 November 2020. Jarak aman yang direkomendasikan sementara lima kilometer dari puncak Gunung Merapi. Namun, masih bisa berubah melihat aktivitas gunung tersebut.

Tinggalkan Balasan