Folding Bike Temanggung, Bukan Hanya Komunitas Gowes Malam Hari

TEMANGGUNG, SM Network – Tren bersepeda kini semakin banyak peminatnya. Didorong kesadaran mengurangi polusi udara, menjaga kesehatan tubuh dan hobi. Dan yang pasti cukup banyak saat ini orang ingin bersepeda.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di pagi hari, karena rutinitas untuk berangkat ke kantor, ataupun hanya untuk kegiatan hari libur, tetapi malam hari pun dimulai untuk menggowes sepeda “night ride”. Dari mereka ini lah mulai dibentuk komunitas sepeda lipat “Foldingbike Temanggung” yang resmi dibentuk pada (8/3) di Alun – Alun Temanggung dengan 90 anggota.

BERSEPEDA : Salah seorang anggota sedang bersepeda di sela-sela kegiatan komunitas, belum lama ini


Komunitas ini berdiri diawali dengan adanya beberapa orang yang gemar dengan sepeda lipat yang tergolong ringan. Yang kemudian mulai beberapa waktu lalu sebelum resmi dibentuk mulai banyak peminatnya, kemudian bergabung dan mengikuti beberapa kegiatan dari Foldingbike Temanggung ini diantaranya night ride setiap malam Sabtu, dan di hari yang lain pun banyak yang bersepeda mencoba track dan rute baru untuk sekedar menyalurkan hobi mereka.

Komunitas ini tidak menarik iuran dari para peserta. Hal tersebut menjadi daya tarik yang cukup besar bagi para pengguna sepeda yang ingin bergabung, karena cukup dengan memakai sepeda dalam beraktivitas dan mengikuti agenda sudah bisa dianggap bergabung.

Menurut Wawan Kurniawan selaku ketua komunitas, acara ini lebih mengenalkan kegiatan bersepeda yang ramah lingkungan dan aman untuk segala usia. Nantinya kedepan komunitas ini akan mempromosikan ke sekolah – sekolah untuk mengkampanyekan kembali bersepeda guna meminimalisir kecelakaan daripada menggunakan sepeda motor.

Yang unik dari sepeda lipat ini adalah ringan, mudah dilipat dan dimasukkan atau di loading ke mobil jika lelah menggowes dengan rute yang lumayan jauh. Komunitas ini menjadikan salah satu solusi yang tepat untuk problem dari sebagian orang yang mengeluh jarang mempunyai waktu untuk berolah raga, karena mempunyai banyak agenda dan waktu yang efektif untuk berolahraga diantaranya dengan bersepeda rutin di Friday Night Ride bersepedaan keliling kota dan kumpul di City Walk BCA Temanggung dan sharing bersama, selain kegiatan di malam hari biasanya juga mengadakan bersepeda di hari Minggu pagi

” Banyaknya kegiatan di dalam komunitas ini pun menunjukan keaktifan dari komunitas ini, di up-date kegiatan setiap minggu di Sosial Media (Instagram) menjadikan antusiasme dari para anggota dan orang yang ingin bergabung,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Foldingbike Temanggung ini akan meramaikan persepedaan di Kabupaten Temanggung, menurutnya tidak menutup kemungkinan barangkali ada yang belum tergabung, kami terbuka untuk umum, jadi nanti akan berkembang semakin banyak anggota komunitas ini dan tetap kompak dan solid.

“Komunitas sepeda yang ada di Temanggung pun sudah banyak ada 40 club yang terdiri dari Foldingbike, Road Bike, MTB, yang anggotanya mencapai 1.200 peserta, Foldingbike Temanggung juga merupakan penyumbang anggota terbesar karena anggotanya cukup banyak, kedepan harapan kami semoga komunitas ini tetap maju dan berkembang dan anggotanya tidak berkurang tetapi justru semakin bertambah diimbangi dengan acara – acara bersama, ujar Antok Ketua KSI Temanggung.

Kegiatan bersepeda pun kini telah dianggap sebagai Lifestyle karena juga memberikan dampak kesehatan yang luar biasa. Menurut Handoko, yang juga anggota Foldingbike kegiatan bersepeda ini sangat positif untuk kesehatan, karena merasakan sendiri sebagai seorang swasta yang bekerjanya hanya statis, yang sebelumnya selalu mengalami pusing di saat menyetir selama perjalanan ke luar kota dirinya selalu mengeluhkan sakit kepala, kepala terasa kencang.

Dirinya awalnya pun coba – coba mengikuti kegiatan gowes bersama teman ke luar kota di tahun 2015, setelah selang beberapa waktu hingga saat ini sudah sangat merasakan manfaatnya dari segi kesehatan dimana keadaan tubuh jauh lebih baik dan lebih sehat setelah melakukan kegiatan bersepeda tersebut, ujarnya.


Irene Intan Hapsari

Tinggalkan Balasan