Event tahunan Sleman City Hall (SCH)

JOGJAKARTA, SM Network – Event tahunan Sleman City Hall (SCH) Fix Fun Festival kembali hadir untuk menyuguhkan hiburan serta mengedukasi para peserta dan pengunjung mall. Fix Fun Festival memiliki visi memperkenalkan produk lokal kepada khalayak luas.

Tahun 2019 lalu acara ini menghadirkan rangkaian acara fashion and food festival, band performance, K-POP dance competition, grafiti competition, band competition, workshop dan talkshow.

Berbeda dengan acara sebelumnya, kali ini SCH mengadakan beberapa rangkaian acara Road To Fix Fun Festival 2.0 selama 3 hari dari tanggal 25 hingga 27 September 2020.

Event tahunan Sleman City Hall (SCH)

Dikenal sebagai kota budaya, Yogyakarta memiliki berbagai komunitas di antaranya ada komunitas music jazz yaitu Jazz Mben Senen.

Dalam acara Sound Of Friday yang merupakan rangkaian Road To Fix Fun Fest (Jumat, 25/09), Jazz Mben Senen bersama Richard Adinata menampilkan tribute lagu almarhum musisi legendaris Didi Kempot dan Glen Fedly yang dikemas dengan musik jazz di Garden Lantai 1 SCH.

Sebelum penampilan Jazz Mben Senen, ada pula penampilan dari Sanggar Risqalia musik yang berkolaborasi dengan Kak Wenan dan Band Montase yang menampilkan anak-anak bernyanyi dan memainkan alat musik, lalu dilanjutkan oleh penampilan Bale Regae.

Pada hari berikutnya (Sabtu, 26/09) Road Fix Fun Fest mengadakan Mural Competition di Garden lantai 1 dengan tema “Indonesian Culture” untuk menunjukkan keberagaman budaya Indonesia.

Event tahunan Sleman City Hall (SCH)

Mural merupakan tehnik menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau media luas lainnya yang bersifat permanen. Mural Competition sebagai ajang untuk memunculkan berbagai kreativitas yang dimiliki oleh para peserta lomba yang sudah lama tidak diekpose, kembali dihadapan pengunjung SCH.

Peserta mural tidak hanya datang dari Kota Yogyakarta saja, tetapi juga dari luar kota seperti Semarang.

Para peserta menggunakan teknik yang berbeda-beda, ada yang menggunakan pensil terlebih dahulu, ada yang langsung menggunakan kuas cat. Pad kompetisi ini mural akan diambil 10 besar untuk final competition saat Fix Fun Fest.

Untuk memfasilitasi para pecinta film, SCH juga berkolaborasi dengan Ravacana Films mengadakan “Movie Hall” screening film Tilik dan Lamu Sumelang.

Talkshow bertajuk strategi production house dan publikasi film pendek oleh Ludy Oji Prastama sebagai sutradara film Lamun Sumelang dan Vanis sebagai publicist film Tilik.

Film Tilik sempat menghebohkan jagat raya perfilman. Lamun Sumelang juga merupakan film yang banyak diperbincangkan karena menceritakan seorang ayah yang ingin menyembuhkan anaknya dari sebuah penyakit dengan mencari 7 orang tumbal.

Hari terakhir Road To Fix Fun Fest, Minggu (27/09) SCH suguhkan KPOP Dance Cover Competition di Atrium Rama. Acara ini terinspirasi dari kecintaan dan ketertarikan seseorang pada koreografi dan musik idola K-Pop.

Tidak hanya menikmati penampilan artis-artis K-Pop favorit di atas panggung, para K-Popers terinspirasi untuk meniru koreografi yang disuguhkan oleh sang idola, seperti Blackpink.

Acara ini diikuti oleh beberapa grup dance cover di antaranya Tempation, Eternal, S1C, DNTA, dan Pink Queen. Kompetisi ini diadakan untuk menunjang semangat juga kreativitas, dan diambil 15 besar di penghujung acara Fix Fun Fest.

Salah satu mal terbesar di DIY ini juga menyelenggarakan Dog Day Out di Drop Off sebagai bentuk wujud kepeduliannya kepada hewan.

Para pecinta anjing mendapatkan segala arahan tentang cara membawa anjing yang benar, daily routine, makanan yang bagus, cara melatih dan
mendidik anjing.

Setiap rangkaian acara Road To Fix Fun Fest 2.0 selalu dilengkapi protokol kesehatan. Harapannya Road To Fix Fun Fest menjadi event yang baik bagi para komunitas dan pengunjung mall dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here