Fenomena Koko Disambut Sukarelawan dari Segala Penjuru

KEBUMEN, SM Network – Tertutupnya partai politik yang bergelagat bebal untuk menghadirkan calon alternatif di Kebumen, justru memunculkan fenomena unik yang dinamai Koko, akronim dari kotak kosong. Situasi itu sekaligus menjadikan kandidat yang mengarah calon tunggal langsung melempem.

“Sebaliknya, fenomena tersebut jadi ghiroh (semangat) bagi masyarakat dan disambut oleh sukarelawan Koko dari segala penjuru,” ucap salah satu pegiat media sosial, Heri Kusworo yang juga pengurus Himpunan Pedagang Pasar Tradisional (HPPT) Kebumen, Kamis (30/7).

M/Arif Widodo : Heri Kusworo

Ia lantas menyebutkan, wilayah yang mencakup 26 kecamatan di Kebumen merespons dinamika politik akhir-akhir ini. Di mana partai yang memiliki 50 kursi di DPRD, semuanya diketahui mengeluarkan rekomendasi hanya satu pasangan calon saja.

Praktis, Pilkada 9 Desember 2020 mendatang mengarah calon tunggal. Kendati, kejelasannya masih menunggu masa pendaftaran di KPU pada September. Dan tanpa komando, fenomena hadirnya Koko merajalela di bumi Beriman ini.

“Tapi bukan berarti sukarelawan Koko jadi lawan calon tunggal ya. Karena, jika nanti benar-benar hanya ada calon tunggal, maka lawannya yaitu kotak kosong, bukan kami,” jelas Heri.

Ia pun mempersilahkan calon tunggal nanti menghadapi kotak kosong yang tak berwujud manusia atau abstrak. Sedangkan dirinya mengaku
lebih memilih bareng berbagai kalangan dengan membentuk Presidium Kotak Kosong (Prekoso) untuk mewadahi sukarelawan Koko.

Saat didesak keberadaannya seperti mengkampanyekan kotak kosong atau kolom kosong pada surat suara, Heri menjawab bukan bagiannya. Sebab, kotak kosong merupakan bagian dari calon tunggal yang tidak punya lawan.

“Jadi ngapain kami kampanyekan. Kan kotak kosong sudah terangkat dengan sendirinya, seiring munculnya fenomena Koko. Terus, apakah disalahkan, jika kami berinisiatif mewadahi sukarelawan dari ujung Timur hingga ujung Barat Kebumen, agar terjalin silaturahmi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pilbup kali ini juga menjadi momentum kebangkitan Kebumen setelah mengalami operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Lantaran, pengembangan perkara yang berlangsung sejak 2016 silam, sampai sekarang masih terdapat sejumlah mantan pejabat yang mendekam di penjara.

Maka, keberadaan sukarelawan Koko cukup penting sebagai modal sosial yang tak terpaku pada kandidat. “Tapi kami tetap kawal Pilbup supaya berjalan demokratis dan berkeadaban, karena merupakan salah satu jalan untuk perbaikan Kebumen. Apalagi modal sosialnya lebih berharga ketimbang kapital,” tandas Heri.


Arif Widodo / K5

6 Komentar

  1. Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

  2. I am regular visitor, how are you everybody? This article posted at this web site is in fact pleasant.

  3. 601365 4866Some truly excellent articles on this internet internet site , thankyou for contribution. 512323

Tinggalkan Balasan