SM/Dananjoyo : Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa dini hari (19/1).

SLEMAN, SM Network – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sleman memprediksi curah hujan akan meningkat selama beberapa pekan ke depan. Hujan yang melanda seluruh tempat di DIY saat ini sudah mencapai tingkat sedang hingga tinggi, dengan rata-rata intensitas 50 mm per dasarian.

“Diprediksi dalam beberapa dasarian ke depan, jumlah curah hujan akan semakin meningkat di kisaran 100 hingga 200 mm per dasarian. Kondisi ini dikarenakan pengaruh menguatnya angin baratan,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum, Kamis (21/1).

Intensitas dan frekuensi hujan akan meningkat di bulan Januari ini berkisar 300-500 mm, hingga puncaknya pada Februari. Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir, dan angin kencang. Bagi warga yang tinggal di dekat bantaran sungai, ancaman bencana yang perlu diantisipasi utamanya adalah banjir dan tanah longsor.

Dampak peningkatan curah hujan sudah mulai terlihat. Hujan intensitas sedang yang mengguyur sebagian wilayah Sleman, Rabu(20/1) mengakibatkan kerusakan di 11 titik Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak. Berdasar laporan yang masuk ke BPBD Sleman, 1 rumah mengalami rusak berat, 6 rumah rusak ringan, dan 2 titik jaringan listrik terkena imbas pohon tumbang.

“Selain itu, tiga unit tempat usaha bengkel dan percetakan juga mengalami kerusakan. Sebagian belum terkondisi,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan.

Untuk meminimalisir dampak kerugian akibat cuaca ekstrem, pihaknya mengimbau masyarakat agar mengecek kondisi talud apakah ada kerusakan atau tidak. Disamping itu, warga diminta memangkas pohon untuk antisipasi kejadian pohon tumbang, serta membersihkan selokan secara rutin untuk mencegah banjir.