Fasilitasi Pembelajaran, Dibuat Kebijakan Konsultasi Terprogram

PURWOREJO, SM Network – Di era pandemi saat ini, proses belajar mengajar masih sulit untuk dapat berjalan optimal. Meski demikian, Pemkab terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Purworejo. Hal itu disampaikan Bupati Purworejo, Agus Bastian dalam forum dengar arpirasi masyarakat atau Ciritical Voice Point (CVP) yang dilaksanakan secara virtual.

Melalui Dinas Pendidikan, lanjut Bupati, Pemkab telah mengeluarkan kebijakan terkait kegiatan konsultasi terprogram bukan pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini memberikan fasilitasi kepada anak dan orang tua yang merasa tidak bisa efektif dengan pembelajaran online atau dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring) yang dilaksanakan dan membutuhkan ruang untuk bisa konsultasi ke sekolah

Nantinya, pelaksanaan kegiatan konsultasi dibatasi sehari maksimal hanya sepertiga jumlah siswa dalam satu kelas dengan batasan waktu maksimal 3,5 jam per hari. Pembagian per mata pelajaran (mapel) hanya 30 menit dengan istirahat tetap di dalam kelas atau tanpa keluar kelas. 

“Selain itu Dinas Pendidikan juga telah mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan dana BOS, yang dapat digunakan untuk pengadaan face shield dan masker dalam proses pembelajaran demi perlindungan di era pandemi,” ungkap Bupati dalam CVP secara virtual dengan tema penerapan new habit di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Purworejo, Rabu (26/8).

CVP diikuti secara online oleh kelompok masyarakat mulai dari desa/kelurahan, camat, jajaran pendidikan dari SD-SMA, Ponpes, tokoh agama dan tokoh masyarakat, jajaran pelayan kesehatan RSUD maupun RS swasta dan Puskesmas, serta seluruh stakeholder Pemkab Purworejo.

Bupati menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, Kabupaten Purworejo diharapkan terus mampu  mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu daerah yang maju dan memiliki keunggulan. Dengan beroperasinya YIA, BOB dan Bendungan Bener menjadikan Purworejo sebagai daerah yang strategis.

“Belum lagi rencana pembangunan jalan tembus Bandara YIA dan Borobudur serta jalan tol Cilacap-Yogyakarta memaksa Purworejo untuk terus berbenah dan bergerak maju. Kita semua berharap pandemi ini segera berlalu, sehingga program-program pembangunan di Kabupaten Purworejo dapat dilanjutkan,” katanya.

Terkait penanganan Covid-19, Bupati mengatakan, Pemkab secara terus menerus melakukan berbagai upaya, seperti pelaksanaan rapid test dan tracing aktif oleh Dinkes. Sosialisasi aktif kepada masyarakat juga terus dilakukan di seluruh Kabupaten Purworejo.

Dari sisi Birokrasi, Pemkab mengeluarkan kebijakan agar kegiatan dinas ke luar daerah dilakukan secara selektif dan hati-hati dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Di era kebiasaan baru (new habit) saat ini, Bupati meminta peran aktif masyarakat untuk ikut menjaga kegiatan yang akan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kedepan, Pemkab mempertimbangkan akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang meninggal dunia karena Covid-19.

“Untuk masyarakat yang meninggal dunia karena Covid-19, nanti akan saya pikirkan dan rumuskan untuk pemberian bantuan dan santunannya,” tambahnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan