Exit Tol Kebumen Buka Peluang Investasi Properti

KEBUMEN, SM Network – Bupati Kebumen Yazid Mahfudz jauh-jauh hari telah mengusulkan pembangunan tiga exit tol di daerah yang dipimpinnya. Bagi Pemkab Kebumen, keberadaan jalan keluar tol Cilacap – Yogyakarta nanti akan membuka peluang investasi. Terutama untuk bisnis properti.

“Kalau exit tolnya lebih dari satu, maka peluang investasi di Kebumen semakin banyak. Tidak hanya properti, tetapi juga investasi lainnya” kata Kabid Izin Nonusaha pada Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kebumen, Karyanto, Jumat (28/8). Sementara ini, pemerintah pusat baru memberi jatah satu exit tol di sekitar Terminal Bus Kebumen. Sedangkan Bupati Yazid menghendaki ada penambahan di wilayah Barat dan Timur.

Terpisah, Direktur Operasional PT Faniza Mulia Sejahtera, M Munir Achyar SE MSi mengakui prospek menjanjikan terkait bisnis properti di jalan keluar tol tersebut. “Tentunya bagi kami yang berkecimpung di bisnis properti melihat Kebumen lebih menjanjikan,” terangnya saat ditemui di kantornya Jalan Kutoarjo Selatan Makam Si Jago, Desa Adikarso, Kebumen, Jumat (28/8).

Selain lahan yang tersedia masih cukup luas dan strategis, kata Munir, Kebumen juga dekat dengan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo. Jika didukung exit tol di Kebumen, maka jarak tempuhnya kian dekat lagi. Munir yang putra daerah pun tak mempermasalahkan investor luar akan masuk Kebumen. Saat ini sudah ada belasan perusahaan properti lokal.

Salah satunya PT Faniza Mulia Sejahtera yang dikelolanya. Perusahaan properti itu diketahui milik Khadik yang juga pemilik showroom Purnama Aji Motor Kebumen. Perumahan yang pertama dibangun kali ini dinamai Faniza Regency Sruweng. Lokasinya di Jalan Kejawang, Dukuh Kecepit, Desa / Kecamatan Sruweng, Kebumen.

Di perumahan tersebut, saat ini mulai dibangun rumah contoh setelah dilaksanakan selamatan beberapa waktu lalu. Dengan total lahan 1,2 hektare akan dibangun sebanyak 95 unit. Terdiri atas tipe 36 sebanyak 69 unit dan tipe 45 sebanyak 26 unit. Tipe yang kedua ini dengan harga Rp 265 juta perunit.

Sedangkan untuk promonya khusus tipe 36 dengan harga Rp 180 juta perunitnya. Dikatakan Munir, bisnis properti tidak ada ruginya. Lantaran, harga tanah terus naik. Bahkan di saat perekonomian down saat pandemi Covid-19. “Inilah peluang investasi yang perlu kita tangkap bersama-sama,” imbuhnya.

Bagi yang mendapatkan pesangon juga banyak yang memilih untuk mengambil properti sebagai peluang investasi. Dan peluang investasi itu bisa dijadikan sebagai solusi bagi Kebumen untuk keluar dari kemiskinan. Di mana sampai saat ini masih tercatat sebagai kabupaten termiskin di Jateng.

Tinggalkan Balasan