Empat Pembangunan Gerbang Masuk Kawasan Candi Borobudur

MUNGKID, SM Network – Menyambut Borobudur sebagai destinasi super prioritas, pemerintah mulai berbenah untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan. Anggota DPR RI Komisi V, Sujadi, memastikan pembangunan gerbang masuk kawasan Candi Borobudur segera dilaksanakan. Empat pintu gerbang utama tersebut berada di daerah Klangon Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, Pertigaan Blondo dan Palbapang Kecamatan Mungkid, serta di Desa Kembang Limus yang bersebelahan dengan Balkondes.

“Syukur alhamdulillah Bupatinya tanggap, tanah sudah dibebaskan dan bulan kemarin atau bulan ini sudah tender, cuma pemenangnya belum ditetapkan,” terang Sujadi saat acara sosialisasi berlangsung, Senin (3/2).

Sujadi juga menerangkan bahwa, tanah yang terkait dengan Kembang Limus, itu akan diserahkan untuk dibangun perluasan pintu gerbang sesuai dengan kesanggupan Pemdes. “Kalau Pemdes ikhlas menyerahkan tentu Direktorat Cipta Karya juga akan memberikan semacam program lain yang bermanfaat untuk Desa Kembang Limus,” terangnya.

Untuk pintu gerbang Palbapang dan Blondo belum bisa dilaksanakan secara maksimal akibat masalah tanah yang masih perlu dibicarakan. “Itu terserah kesigapan dari Pemda Kabupaten Magelang. Namun rencananya, walaupun tanahnya belum disiapkan akan dibangun sesuai dengan eksisting (jalan yang sudah ada) nanti,” papar Sujadi.

Sementara itu, Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman wilayah 1 Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Singgih Raharja, juga menyampaikan bahwa proses pembangunan prioritas tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Intinya bagaimana Borobudur ini tidak hanya di Borobudurnya saja sebagai suatu bangunan yang monumental, tetapi sekitarnya juga menjadi daerah yang hidup dan bisa memberikan dampak di masyarakat,” jelas Singgih.

Ia mencontohkan pada setiap gerbang akan diberikan ikon yang mengambil dari relief Candi Borobudur. “Sudah kita identifikasi pada titik-titik strategis kita berikan identita, mulai dari yang dari arah Semarang yaitu di pertigaan Blondo akan kita bangun gerbang dengan ikon Kalpataru. Kemudian akses yang akes dari Jogja yaitu di Palbapang akan dibangun ikon singa, di daerah Kembang Limus akan dibangun ikon gajah dan di daerah Klangon ada gerbang samudera Raksa (Kapal Pinisi),” terangnya.

Singgih berharap bahwa jalur dari segala arah menuju Candi Borobudur memiliki identitas. “Pada titik-titik gerbang itu tidak hanya gerbang identitas dengan relif borobudur tetapi dilengkapi dengan parkir dan sarana pendukung lainnya seperti parkir, toilet, pusat sovenir, dan kuliner sehingga dapat memberikan dampak bagi masyarakat,” papar Singgih.

Sejauh ini proses pembangunan gerbang telah memasuki tahap pelelangan. “Pada tahun 2020 ini sudah bisa kami kerjakan, setidaknya pada pertengahan tahun akan kita garap,” terang Singgih. Untuk ukuran gerbang yang akan di bangun di wilayah Kabupaten Magelang sendiri di Blondo akan dibangun gerbang seluas 1300 meter persegi, gerbang gajah seluas 2 hektar, dan di Palbapang seluas 5000 meter persegi untuk gerbang.

“Dan lahan yang paling besar akan dibangun di daerah Kembang Limus, itu nanti akan dibangun gerbang gajah dan sara pendukung yang besar,” terangnya. Untuk anggaran infrastruktur seperti empat gerbang, akses budaya dan konkors total perkiraan biaya mencapai 118 milyar. “Cuma karena ada tambahan untuk pembebasan tanah, estimasi kita akan ketambahan 40 sampai 50 milyar lagi khusus untuk penyediaan lahan,” jelasnya.

Untuk pastinya pihaknya dalam waktu dekat akan menerjunkan tim penilai untuk memastikan berapa luas lahan yang diperlukan supaya program tersebut cepat berjalan. “Cuma kami sampaikan, penyediaan lahan ini bisa dilakukan paralel dengan proses kita memulai dulu. Sebab ada beberapa lahan yang sudah bisa dikerjakan, seperti milik Pemda atau Pemdes akan kita kerjakan dulu. Paralel kita proses untuk kebutuhan lahan yang perlu pembenasan,” Pungkasnya.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan