Empat Bulan Tidak Beroperasi, Bus Pariwisata Disulap Jadi Kafe

WONOSOBO, SM Network – Pandemi Covid-19 telah menghantam berbagai macam sektor pekerjaan yang berimbas pada hilangnya mata pencahariaan. Salah satu yang terdampak adalah bus pariwisata. Penutupan sejumlah tempat pariwisata membuat jasa transportasi tersebut harus vakum selama empat bulan. Tidak mau terus terpuruk, Sebuah perusahaan bus pariwisata di Kabupaten Wonosobo menyulap busnya menjadi kafe berjalan.

Menggunakan unit bus pariwisata yang sedikit telah dimodifikasi, layanan kafe berjalan ini dinamai Maer Bus Kafe. Dengan target wisatawan, konsep bus wisata ini adalah ngopi atau ngeteh di dalam bus, sembari berkeliling kota. Pengagas Maer Bus Kafe, Wory yang juga pemilik PO Duane Putra Jaya mengatakan, ide pembuatan kafe di dalam bus tersebut imbas dari lesunya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19. Untuk kembali bangkit, bus pariwisata miliknya ia modifikasi menjadi sebuah kafe yang bisa bergerak mengelilingi kota Wonosobo.

“Kita akan beroperasi setiap hari. Bahkan pada akhir pekan Maer Bus Kafe juga akan beroperasi pada malam hari untuk membawa wisatawan menikmati Wonosobo dengan cara yang tidak biasa,” ujarnya. Minuman dan hidangan yang disajikan pun cukup bergam, mulai dari kopi, teh, hingga minuman khas Wonosobo seperti carica dan purwaceng juga bisa dipesan penumpang sebelum diajak keliling Wonosobo.

Dengan biaya Rp 40 ribu per orang, wisatawan akan diajak berkeliling Kota Wonosobo dengan durasi kurang lebih satu jam perjalanan sembari menikmati hidangan yang disajikan. “Sehari kita beroperasi tiga kali yaitu pada jam 09.00 pagi, jam 13.00 siang, dan 16.00 sore. Kalau akhir pekan juga ada jam operasi malam. Kita sistemnya on time, jadi pada jam itu kita pasti berangkat gak ada yang namanya nunggu pengunjung dulu,” katanya.

Agus Purnomo salah satu pegiat pariwisata Wonosobo menyambut baik adanya Maer Bus Kafe yang kini hadir untuk meramaikan pariwisata Wonosobo. Dengan inovasi seperti itu dirinya berharap sektor wisata di kota berhawa dingin itu akan semakin berkembang dan menjadi salah satu tujuan wisata baik lokal maupun manca.


dib

Tinggalkan Balasan