Elmi Rahmiyati, Satpam Pabrik Kayu Berprestasi Lari Internasional

Sekilas perawakannya sedang, penampilannya sangat feminin dan berjilbab yang menyiratkan sosok wanita sejati. Namun jika sudah berada di arena lari Elmi Rahmiyati (30), demikian nama lengkapnya bisa berubah menjadi atlet yang mumpuni, larinya kencang sekali.

Tidak main-main prestasi wanita yang berprofesi sebagai satpam sebuah pabrik pengolahan kayu di Pringsurat Temanggung ini telah meraih kejuaraan tingkat internasional. Namun demikian, wanita cantik yang akrab disapa Elmi ini tetap bersahaja dan rendah hati.

Kendati puluhan penghargaan sebagai juara lari telah diraihnya namun dia tidak pelit berbagi ilmu dan bersedia memberikan tips triknya bagaimana menjadi seorang atlet lari profesional kepada siapapun. Diapun tidak pernah merasa akan tersaingi, justru sebaliknya banyak berbagi akan mendapat banyak kawan dan saudara, malah merasa menjadi berkah bagi kariernya di dunia olahraga.

“Pertama saya ikut lari profesional tingkat nasional itu tahun 2018 di Armed 3 Nagapaqca Magelang untuk kategori 10 kilometer dapat juara 1. Sampai sekarang kalau dihitung sudah 22 kali saya naik podium baik juara 1,2,3 maupun harapan. Lalu untuk tingkat internasional juara 3 lomba lari 10 K di Semarang pada akhir 2018 silam, dan itu benar-benar tidak menyangka saya bakal meraih juara 3 internasional open,”ujarnya kepada Suara Merdeka belum lama ini.

Prestasi lainnya adalah juara 1 lomba lari internasional Mesastila Peaks Challenge 11 Kilometer di Grabag Magelang 2018 trail run kategori putri. Di sini Elmi mengaku tidak mudah untuk meraih juara sebab lawan-lawannya cukup berat ada dari Jerman, Amerika Serikat, Spanyol. Namun berkat kerja keras dan latijan disiplinny adia bisa menjadi yang terbaik membawa nama harum Indonesia di mata dunia.

SM/dok Elmi Rahmiyati

Tak hanya itu, dalam Lomba Lari 15 km Ultra Trail Mount Moeria dia juga meraih juara 1 kategori wanita, juara 2 kategori Wanita umum di ILOOP RUN 5km Pekalongan Jawa Tengah tahun 2019, juara 2 lomba lari 5km Fun Colour Run Semarang tahun 2019, juara 2 kategori putri 5km di acara Colour Run tahun 2019 di Kulon Progo Yogyakarta. Lalu juara 1 kategori wanita di event AOPO 4 RUN tahun 2018 di Semarang, pernah pula menjajal kejuaraan lari ekstrem “Siksorogo” di Bukit Sekipan lereng Gunung Lawu, di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar pada kelas 30 K wanita dan meraih juara 1.

Elmi menuturkan, tips untuk menjadi juara adalah tetap rajin berlatih, disiplin, jangan pernah takut untuk maju. Dia telah membuktikan sendiri usaha yang tak pernah menghianati hasil, sebab sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) dia telah tekun berlatih lari dan kini telah memanen apa yang telah menjadi impiannya.

Hebatnya lagi, dia tidak pernah menyerah walaupun sampai saat ini dalam setiap mengikuti lomba selalu mengeluarkan biaya sendiri, termasuk untuk akomodasi, latihan dan sebagainya. Dia tidak pernah mendapatkan fasilitas dari pemerintah meski sepak terjangnya telah membawa nama harum Indonesia di kancah internasional.

Toh dia tidak pernah merasa jengkel, minder atau kecewa namun tetap bercita-cita terus meningkatkan prestasi untuk dirinnya dan bangsanya. Tak hanya di dunia lari, prestasi akademiknya pun selalu cemerlang sejak SD, dan menyempatkan kuliah di sela-sela bertugas menjadi satpam. Di kampusnya Stimik Bina Patria Magelang dia berhasil lulus cumlaude di jurusan teknik informatika. Ke depan dia berencana akan mengambil S2 guna meraih cita-citanya menjadi dosen.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan