Eks Persis Solo Pastikan Berseragam PSIM

YOGYAKARTA, SM Network – Tegar Hening Pangestu, mantan pemain Persis Solo dipastikan berseragam tim rival, PSIM Yogyakarta untuk kompetisi Liga 2 musim 2020 ini. Hal ini seiring dengan sudah dilakukannya penandatangan kontrak pemain tersebut dengan manajemen PT PSIM Jaya, perusahaan pengelola PSIM.

“Semalam sudah teken kontrak dengan PSIM. Senang bisa menjadi bagian dari tim ini,” tutur Tegar saat dikonfirmasi, Selasa (4/2).

Tegar pun mengungkapkan alasanya berseragam biru PSIM. Faktor keluarga adalah pertimbangan utama pemain yang musim lalu membela Persiraja Banda Aceh itu. Kemudian, PSIM menjadi tim yang paling serius meminangnya dibanding tiga tim lain seperti PSMS Medan.

“Kebetulan ada keluarga yang tinggal di Pathuk, Gunungkidul. Jadi lebih dekat. Sedangkan untuk tim lain, daripada menunggu yang tidak pasti dari tim lain. Ada PSMS Medan yang juga sudah sempat negosiasi tapi sampai akhir Januari tidak ada kepastian,” jelasnya.

Tegar mengaku sebenarnya pada musim lalu dia sudah dikontak manajemen PSIM, namun lantaran menghormati Persis sebagai tim yang punya rivalitas dengan PSIM akhirnya sang pemain memilih berlabuh dahulu ke Persiraja hingga akhirnya sukses diantarkannya promosi ke Liga 1 musim 2020 ini. 

“Seiring waktu berlalu saya harus profesional. Sempat saya pikirkan bagaimana kalau tidak diambil, tapi saya bekerja di sepak bola. Makanya ketika PSIM kembali menawarkan maka kesempatan berharga ini tak mungkin saya siakan lagi,” ungkap dia.

Sudah tanda tangan kontrak dengan PSIM, Tegar pun bertekad bermain bagus dan memberikan yang terbaik untuk tim barunya itu. Sembari berharap mendapatkan jam terbang bermain lebih banyak lagi.

“Saya bergabung karena ada Coach Seto Nurdiyantoro. Melihat caranya melatih dengan sepak bola modern. Pelatih muda berprestasi, saya cukup berhasrat bisa dilatih Seto,” tutur dia.

Sementara itu, si anak hilang, Martinus Novianto, kemungkinan besar juga bakal memperkuat Laskar Mataram. Kemarin petang, eks Bali United itu sudah tampak dalam latihan perdana PSIM di Lapangan Tamanan, Bantul.

“Keinginan balik Jogja sudah lama dan baru terealisasi sekarang. Lagi pula kontrak saya di Bali United selama 5 tahun sudah selesai tahun lalu dan sekarang sudah free,” sambung Martinus yang pernah menjadi anak asuh Indra Sjafri baik di Bali United maupun di Timnas Indonesia U-19.


Gading Persada

1 Komentar

  1. 744029 736754Sounds like some thing a great deal of baby boomers should study. The feelings of neglect are there in a lot of levels when a single is over the hill. 242052

Tinggalkan Balasan