SM/Heru Prayogo Juru bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam penanganan Covid-19, dr Darus, saat memberikan pengumuman pasien positif Covid-19 di Posko setempat, Senin (6/4)

PURWOREJO, SM Network – Satu orang eks Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19), Senin (6/4). Kendati demikian, yang bersangkutan tidak dirawat di rumah sakit karena kondisi tubuh yang baik.

“Yang bersangkutan sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) dan telah menjalani perawatan di RSUD dr Tjitrowardojo,” kata dr Darus, juru bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam penanganan Covid-19, kemarin, di posko setempat.

Menurut dr Darus, warga eks PDP berjenis kelamin laki-laki tersebut memang sudah diperbolehkan pulang, karena kondisinya sudah membaik, namun masih tetap harus melakukan isolasi diri di rumah.

“Namun ternyata setelah hasil test swab keluar, dia dinyatakan positif Covid-19,” katanya.

Dijelaskan olehnya, tindakan untuk tidak mengisolasi pasien di rumah sakit sudah dilakukan sesuai prosedur. Pasalnya, orang yang positif Covid-19 bisa tidak menjalani perawatan di rumah sakit, apabila kondisinya tidak sakit. Namun ia harus tetap melakukan isolasi mandiri.

Lebih lanjut dijelaskan, pada Senin (6/4), ada dua hasil test swab yang sudah keluar. Satu positif, dan satu lainnya negatif, merupakan pasien PDP meninggal dunia asal Kecamatan Gebang, beberapa waktu lalu.

“Dengan demikian sampai saat ini sudah ada 5 PDP yang sudah diketahui hasil test-nya, yakni 4 negatif dan 1 positif,” kata dr Darus.

Ia menyebutkan, status Kabupaten Purworejo pertanggal 6 April 2020 pukul 16.30 WIB, tercatat 1531 ODP, dengan rincian, 1374 dalam pemantauan dan 157 dinyatakan selesai dalam pemantauan. Sementara itu jumlah pasien PDP berjumlah 20, diantaranya 1 dirawat, 17 sembuh dan 2 orang meninggal dunia.

“Untuk yang positif baru ada satu ini,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Purworejo Agus Bastian, menginstruksikan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat keluar rumah.
Hal ini sesuai dengan program ‘masker untuk semua yang diberlakukan pemerintah pusat mulai tanggal 5 April 2020.

“Tidak harus masker bedah, tapi masker kain yang memenuhi standar, sudah cukup untuk mencegah penularan Covid-19,” ujarnya.



Heru Prayogo

2 KOMENTAR