Eks Gedung KPU Purworejo Akan Direnovasi Jadi Art Center

PURWOREJO, SM Network – Bekas gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ada di depan Museum Tosan Aji di kompleks Rumah Dinas Bupati Purworejo akan direnovasi menjadi Art Center. Untuk itu, Pemkab Purworejo mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo, Agung Wibowo mengungkapkan, setelah renovasi Museum Tosan Aji pada 2019 lalu, museum dikhususkan untuk menyimpan benda-benda tosan aji. Sedangkan gedung eks KPU yang digunakan untuk memindah Museum Tosan Aji saat renovasi tahun lalu, akan difungsikan menjadi Art Center sekaligus untuk menyimpan benda-benda koleksi museum selain tosan aji.

“Yang di kantor samping (gedung eks KPU) akan menyimpan benda-benda prasejarah atau benda peninggalan sejarah lainnya, seperti batu-batu dan lain sebagainya,” ungkap Agung di sela-sela melakukan pengecekan ke Musum Tosan Aji, Selasa (14/1).

Art Center akan dibangun tahun ini dengan merenovasi gedung eks KPU tersebut. Agung menyebut, anggaran dari APBD yang dialokasikan untuk itu sebesar Rp 1,9 miliar. Selain gedung eks KPU, penataan juga akan dilakukan pada Gedung Loka Adibina di sebelahnya yang akan difungsikan juga menjadi bagian dari kompleks Art Center.

“Yang sana (eks KPU) jadi Art Center, untuk batu-batuan, yang di Gedung Loka Adibina akan kita khususkan lagi, kemungkinan untuk lukisan dan yang lain-lain. Harapan kita nanti satu kompleks ini menjadi kompleks Art Center,” tuturnya.

Ubah Tampilan

Dalam renovasi eks Gedung KPU untuk Art Center, lanjut Agung, kondisi gedung dan ruangan-ruangannya masih tetap, namun tampilannya akan diubah. Selain itu, benda-benda peninggalan yang tersimpan di gedung itu juga akan dilakukan penataan dan pengelompokan sesuai dengan urutan sejarah benda-benda tersebut. Mulai dari benda-benda peninggalan prasejarah hingga koleksi museum yang terbaru.

“Misalnya jaman Majapahit, Mataram Hindu, jaman Mataram Islam dan lain sebagainya. Peninggalan-peninggalan itu ada semua di sini. Dan ini akan kita urutkan, sehingga ketika orang masuk ke situ, mereka sudah melihat benang merahnya,” paparnya.

Benda-benda peninggalan tersebut juga akan dilengkapi dengan lebih banyak informasi dan edukasi yang menjelaskan secara lebih rinci mengenai masing-masing benda. Dicontohkan, penjelasan mengenai apa sebenarnya yoni dan menhir, dan mengapa pada zaman dulu banyak dibuat benda tersebut.

“Juga banyak ditemukan misalnya batu pipisan, beberapa pengunjung anak-anak sempat kami tanya batu pipisan itu apa, mereka tahunya batu buat pipis. Padahal batu untuk ngulek. Ini yang perlu kita edukasi,” katanya.

800 Juta

Mengenai paska renovasi bangunan Museum Tosan Aji tahun lalu dengan alokasi anggaran Rp 800 juta, Agung mengungkapkan, koleksi-koleksi benda pusaka atau tosan aji telah dipindahkan kembali dan sudah siap menerima kunjungan. Beberapa sentuhan modern dan elegan dilakukan dalam renovasi tersebut sehingga lebih menarik bagi pengunjung.

“Sudah siap menerima kunjungan, dan kunjungan selalu ada. Selalu kita arahkan untuk mulai masuk dari sini (Museum Tosan Aji) kemudian melihat beberapa lokasi di gedung sebelah (eks gedung KPU yang digunakan menyimpan benda peninggalan selain tosan aji),” imbuhnya.

Salah satu staf Museum Tosan Aji, Purwanto, mengungkapkan, setelah selesai renovasi, Musem Tosan Aji sudah mulai buka kembali menempati bangunan semula. Hanya saja, pihaknya memang masih melengkapi keterangan-keterangan penjelasan benda-benda tosan aji yang dipajang. “Sudah buka, walaupun keterangan belum lengkap. Step by step kami maksimalkan,” imbuhnya.


Panuju Triangga

Tinggalkan Balasan