Eks Dispaperkan Jadi Gedung Karantina Keempat Covid Wonosobo

WONOSOBO, SM Network – Penambahan kasus COVID-19 positif di Kabupaten Wonosobo yang semakin meningkat memaksa pemerintah membuka fasilitas gedung karantina baru. Setelah tiga gedung sebelumnya yaitu Balai Latihan Kerja (BLK) Kertek, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sidojoyo dan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jawa Tengah, kini giliran eks gedung Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) yang difungsikan untuk gedung karantina.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanaganan COVID-19 Kabupaten, Muhammad Riyatno menyebut opsi untuk menambah gedung karantina didasarkan pada situasi terakhir, dimana pertambahan kasus positif mencapai angka 50 orang pada Senin (7/9) dan 16 orang lagi pada Selasa (8/9).

“Dari pertambahan luar biasa dalam sepekan terakhir ini, total akumulasi kasus di Kabupaten Wonosobo telah mencapai 340, dengan rincian 239 dalam perawatan, 174 dinyatakan sembuh, dan empat orang meninggal dunia,” tutur Riyatno ketika ditemui di sela peninjauan persiapan Eks kantor Dispaperkan, kemarin.

Dengan jumlah 239 orang tersebut, kapasitas ruang perawatan di tiga Rumah Sakit, ditambah tiga gedung karantina sementara, diakui pria yang saat ini juga sebagai Pelaksana Tugas Kadinkes Kabupaten itu tidak lagi mencukupi. “Saat ini kendala lain adalah pertambahan kasus dari hari ke hari yang sulit diprediksi, rerata kesembuhan pasien lebih kecil dari pertambahan kasus, serta masih adanya ratusan sampel uji swab yang belum memunculkan hasil, tentu juga perlu antisipasi lagi tambahan gedung,” lanjutnya.

Kepala Bagian Umum Setda, Supriyadi yang turut dalam peninjauan persiapan eks Dispaperkan, mengakui pihaknya harus bekerja ekstra cepat dalam upaya memberikan fasilitas perawatan yang layak bagi para penderita COVID-19.
“Waktu persiapan baru bisa dimulai hari ini, dan secepatnya atau dalam dari hari kedepan harus sudah siap digunakan, tentu saja kami juga membutuhkan bantuan dari banyak pihak, bahkan sampai unsur TNI juga turut terlibat,” ungkapnya.

Sejumlah fasilitas selain kebutuhan tempat tidur, ruang jaga tenaga medis, fasilitas kamar mandi serta mushola, menurut Supriyadi masih dalam tahap penyelesaian dan diharapkan bisa tuntas secepatnya. Mengingat sudah lebih dari dua bulan ditinggalkan, upaya pembersihan baik di dalam maupun di lingkungan sekitar gedung Eks Dispaperkan tersebut, diakuinya cukup menguras waktu dan tenaga, namun dengan semangat dan motivasi untuk segera menuntaskan COVID-19 di kota tercinta, ia optimis semua dapat dipenuhi tepat waktu.

Tinggalkan Balasan