Edarkan Pil Koplo, Penjual Angkringan Dicokok Polisi

TEMANGGUNG, SM Network – Farid Fatullah (21) alias Boncel, warga Perum Aza Griya, Kelurahan Walitelon Utara, Kecamatan Temanggung harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, pemuda yang kesehariannya berjualan makanan di angkringan ini nyambi mengedarkan pil koplo. Akibat ulahnya itu dia ditangkap polisi dan kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Temanggung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Narkoba Polres Temanggung AKP Sri Haryono mengatakan, berdarsarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengedarkan obat daftar G jenis pil warna putih berlogo huruf Y dan trihexyphenidyl. Obat tersebut tidak bisa diedarkan tanpa izin khusus dan peruntukkan hanya untuk medis.

“Saat ditangkap kita temukan barang bukti berupa enam botol warna putih berisi masing-masing 1.000 butir pil Yarindu (pil warna putih berlogo huruf Y, dengan total jumlahnya 6.000 butir. Kita temukan juga saat penggeledahan di rumahnya
sebanyak 60 lembar trihexyphenidyl tablet 2 mg masing-masing berisi 10 butir dengan jumlah total 600 butir,”ujarnya kemarin.

Tersangka Boncel mengaku pil koplo itu dibeli dengan cara online dari luar kota, lalu dijual kembali di Temanggung dengan cara diecerkan dalam paket-paket kecil agar harga murah. Dia mengaku terpaksa menjual pil koplo karena angkringan dagangannya tidak laku semenjak ada pandemi virus korona. Di tengah kefrustrasiannya karena terdesak kebutuhan hidup kemudian dia nekat memilih untuk mengedarkan pil koplo.

“Jual pil belum lama baru beberapa bulan, tepatnya sejak ada korona dagangan angkringan saya tidak laku, saya bingung harus bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup, mau cari kerja juga sulit, maka terpaksa jualan pil ini dengan konsumen anak muda. Untuk pil Yarindu dijual Rp 25.000 setiap lembarnya, sedangkan untuk trihexyphenidyl tablet 2 mg dijual Rp 40.000 per lembarnya. Tapi ada juga yang satu botol saya beli Rp 500.00 saya jual lagi Rp 1 juta,”katanya.

Atas perbuatannya Boncel dijerat Pasal 196 yo Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3, subsider Pasal 197 yo Pasal 106 ayat 1, lebih subsider 198 yo Pasal 108 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dia terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.


K41

Tinggalkan Balasan