Dulu Kernet, Sekarang Sukses Usaha Sablon

SRUWENG, SM Network – Roda kehidupan memang berputar. Seperti dialami Bayu Ahmad Ghozali (24) warga RT/01/02 Desa Trikarso, Kecamatan Sruweng, Kebumen. Ia yang dulu hanya seorang kernet, kini sukses usaha sablon.

“Kebetulan saya dulu kernet di salah satu perusahaan sablon, sehingga bisa dijadikan bekal pengalaman untuk membuka usaha sendiri,” kata Bayu.

Di tempat usahanya yang kini dinamai ‘’Odeath Clotting Production‘’ tersebut, bisnis jasa penyablonannya berkembang pesat.

Pemuda yang kerao disapa Codet ini tak menyangka usaha yang dirintis sejak tahun 2014 bisa maju dan bertahan sampai sekarang. Meski diakui, usaha yang dijalaninya tidak serta merta berjalan mulus. Berbagai rintangan dan kendala telah ia lalui tahap demi tahap. Terutama dalam segi permodalan dan sulitnya mendapatkan komposisi sablon dan bahan yang berkualitas. Mengingat, sampai saat ini ia harus membeli di Daerah Kota Bandung.

Lebih lanjut Bayu menceritakan, di awal memulai usahanya, ia hanya memproduksi sekitar satu lusin sablonan dalam sehari atau sesuai dengan jumlah pesanan yang didapat. Namun seiring berjalannya waktu, usaha jasa sablon miliknya ini mampu mampu memproduksi 100 kaos Sablon perharinya. Bahkan, pesanan dalam satu bulan saat ini bisa mencapai sekitar 500-1000 kaos. Sedangkan untuk proses pengerjaannya, ia tidak sendiri, melainkan dibantu oleh dua temanya.

‘’Awalnya kita dapat pesanan masih bijian dan paling banyak satu lusin. Tapi sekarang sudah ratusan, dan bahkan kita sudah tidak melayani pesanan dalam jumlah satuan,’’ ujarnya.

Adapun untuk pemasaran masih lokalan dan bekerja sama dengan beberapa outlet distro di Kebumen. Sedangkan untuk jenis pesanan yang sering diterima, seperti kaos, hoodie atau zipper, jaket dan baju kemeja. Sementara untuk harganya, baju atau kaos yang sudah di sablon, terbilang masih cukup murah, yakni sekitar Rp 45.000. Meski begitu, harga bisa menyesuaikan bahan dan desain serta kerumitan saat porduksi.

‘’ Harga itu relative, tergantung model, jenis bahan dan kerumitanya,’’ imbuh Bayu.

Bayu menjelaskan, biasanya menjelang tahun baru dan idul fitri, dirinya menerima banyak pesanan. Namun, adanya pandemi Covid-19, pesanan turun hingga 50 persen. Meski begitu, dirnya tetap berharap agar korona bisa segera berlalu, dan usahanya terus berjalan, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.


(Arif Widodo / K5)

4 Komentar

  1. I used to be able to find good info from your blog posts.

  2. 217457 547568of course data entry services are really expensive that is why always make a backup of your files 495916

Tinggalkan Balasan