Dukungan Dinyatakan TMS, Bapaslon Perseorangan Akan Ajukan Sengketa

PURWOREJO, SM Network – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Bupati-Wakil Bupati pada Pilkada 2020 Kabupaten Purworejo, Slamet Riyanto-Suyanto, berupaya mengajukan sengketa dengan mendatangi Bawaslu setempat, Kamis (30/7) sore. Upaya pengajuan sengketa itu dilakukan lantaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo menyatakan dukungan Bapaslon Perseorangan tidak memenuhi syarat (TMS) dukungan perbaikan dan sebaran.

Kedatangan Slamet Riyanto-Suyanto dengan didampingi tim kuasa hukum tersebut untuk berkonsultasi tentang pengajuan sengketa dan rencananya akan ditindaklanjuti mendaftarkan sengketa pada Senin (3/8). Kedatangan mereka diterima oleh Staf Divisi Sengketa Bawaslu Kabupaten Purworejo, Amri Hidayat.

Slamet Riyanto menyatakan, pihaknya akan mengajukan sengketa karena tidak puas terhadap keputusan KPU Kabupaten Purworejo yang menyatakan syarat dukungannya tidak memenuhi syarat (TMS) sehingga tidak bisa lolos untuk tahapan selanjutnya dalam mengikuti Pilkada 2020.

“Terus terang saya mencari keadilan, dimana keputusan kemarin ini menurut hemat saya, kami sangat-sangat dirugikan. Karena, ada TMS yang sangat mencolok sekali, ada 10.280,” katanya.

Ia menyebut, dari 10.280 dukungan yang dinyatakan TMS oleh KPU tersebut, terdiri dari sekitar 1.000 TMS karena berkas tidak sesuai peraturan, seperti KTP lama dan sebagainya, serta sekitar 9.000 TMS dinyatakan berkas tidak ada. Pihaknya mempertanyakan sekitar 9.000 yang dinyatakan TMS karena berkasnya tidak ada tersebut, sebab pihaknya telah menyerahkan berkas sesuai dengan jumlah di silon sebanyak 43.020.

“Jadi kami menyerahkan berkas sesuai silon kami 43.020. Kami tidak tahu hilangnya kemana (berkas yang sekitar 9.000), makanya saya gugat ini,” tuturnya.

Slamet Riyanto berharap pihaknya mendapat keadilan melalui proses sengketa yang akan diajukan dan Bawaslu dapat menangani dengan bijak perkara ini. “Mudah-mudahan ada kebijakan, ada jalan yang terbaik bagi kami untuk terus melangsungkan perjalanan saya. Karena umpama ini saya lolos, saya pun masih harus melewati tahapan verfak kedua di lapangan,” imbuhnya.

Staf Divisi Sengketa Bawaslu Kabupaten Purworejo, Amri Hidayat, mengatakan bahwa kedatangan Bapaslon Perseorangan tersebut baru berkonsultasi mengenai kelengkapan berkas untuk permohonan sengketa dan dan mekanisme beracara. Bapaslon Perseorangan berencanakan akan datang lagi ke Bawaslu untuk mendaftarkan sengketa pada Senin (3/8).

“Sesuai regulasi, (pengajuan sengketa) hanya diberi waktu tiga hari kerja sejak pleno KPU yakni terakhir Senin. Nantinya setelah mengajukan dan diregister, sesuai Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2020 diatur bahwa penyelesaian sengketa 12 hari kalender sejak diregister,” katanya.


Panuju Triangga

3 Komentar

  1. 647214 987187dude this just inspired a post of my own, thanks 335381

  2. 737315 824140Yeah bookmaking this wasnt a bad decision fantastic post! . 878406

  3. 208173 718877Interested in start up a online business on line denotes revealing your service also providers not only to humans within your town, nevertheless , to numerous future prospects which are cyberspace on several occasions. pays day-to-day 650088

Tinggalkan Balasan