Beredar Hoax Warga Temanggung Terinfeksi Corona, Ini Penjelasan Dinkes

TEMANGGUNG, SM Network – Merebaknya informasi lewat media sosial adanya dua warga Temanggung yang terinfeksi virus corona, pada Rabu (4/3) membuat masyarakat gempar. Pesan berantai dari pesan whatsap menyebut satu orang warga Traji dan Jumo. Sontak kabar itu membuat panik masyarakat, namun kabar hoax itu kemudian ditepis.

“Saya ingin meluruskan berita atau informasi dari media yang menyebut sudah ada uda orang suspect corona di Jumo dan Taji. Dengan ini saya luruskan bahwa informasi itu tidak benar. Yang benar, sampai saat ini Temanggung masih aman belum ada warga kita yang terjangkt covid 19 atau corona,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo, Kamis (5/3).

Kendati demikian, Parjo mengakui ada satu orang dari Jumo yang mengalami gejala demam dan batuk. Sesuai prosedur atau SOP dari WHO maka orang ini diperiksa, diobservasi, dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit PKU Muhammadiyah.

“Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah baik, sudah sehat dan tidak mengarah pada penyakit covid 19. Hari ini pasien yang bersangkutan sudah boleh pulang,”katanya.

Lalu ada satu lagi warga Traji yang baru saja pulang dari Jepang menunjukkan gejala demam dan batuk. Maka sesuai SOP juga pasien diperiksa di ruang isolasi IGD RSUD Temanggung. Tapi hasil pemeriksaan juga tidak mengarah pada penyakit covid 19, kemudian yang bersangkutan diperbolehkan pulang.

“Meskipun hasil pemeriksaan tidak mengarah pada penyakit covid 19 namun Dinas Kesehatan dan Puskesmas tetap melakukan pemantauan kepada dua orang tersebut selama 14 hari. Saya pastikan pemerintah telah siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, namun tetap berharap covid 19 tidak merambah ke Kabupaten Temanggung,”katanya.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengimbau warganya tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada dan banyak berdoa menyikapi penyebaran virus Covid-19. Pemkab Temanggung telah mengadakan rapat untuk membahas permasalahan tersebut dan sudah disusun langkah-langkah jika di Temanggung terjadi kasus Covid-19, meskipun pihaknya berharap hal itu tidak terjadi.

“Saya kemarin sudah mengumpulkan, mengundang rapat kepala dinas kesehatan, Dirut RSUD dan beberapa dokter senior, dokter-dokter penyakit infeksi, sudah saya rapatkan dan sudah berkoordinasi dengan mereka. Saya mengimbau semua masyarakat Temanggung untuk tetap tenang, tidak ikut panik dan kita berharap semoga virus ini tidak sampai ke Kabupaten Temanggung dan banyaklah berdoa,”pintanya.


SM/Raditia Yoni A

Tinggalkan Balasan