Dua Tersangka Dugaan Korupsi Bank Jogja Ditahan

YOGYAKARTA, SM Network – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menetapkan dua nama sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran kredit oleh PD BPR Bank Jogja. Tersangka masing-masing berinisial KL dan FA.

Keduanya merupakan pimpinan PT Indonusa Telemedia (Transvision) Cabang Yogyakarta. Plh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DIY Mohammad Fatin mengungkapkan, KL dan FA ditetapkan menjadi tersangka usai proses pemeriksaan oleh penyidik pada Kamis (25/3).

“Hari ini (kemarin-red), penyidik melakukan pemeriksaan terhadap KL dan FA sebagai saksi. Setelah selesai dimintai keterangan, keduanya dinyatakan sebagai tersangka,” kata Fatin saat dihubungi Suara Merdeka, Kamis (25/3).

Menyusul penetapan status tersangka, Kejati langsung menahan dua orang tersebut. KL dan FA dibawa ke Rutan Wirogunan Yogyakarta sekira pukul 13.00 WIB.

Penyidik menjerat mereka dengan Pasal 2 ayat 1 UU Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP, atau pasal 3 UU Tipikor.
Sebagaimana diberitakan, kasus ini bermula dari adanya MoU yang ditandatangani Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi, dan pimpinan cabang PT Indonusa Telemedia Yogyakarta Klau Victor Apriyanto pada Agustus 2019 silam. Nota kesepakatan ini berisi peminjaman kredit bagi karyawan Transvision.

Nilai kredit yang dikucurkan bervariasi antara kisaran Rp 100 juta hingga Rp 200 juta. Pembayaran disepakati dengan sistem potong gaji.

Setelah beberapa bulan berjalan, sebagian besar debitur pinjaman tersebut tidak membayar cicilan sama sekali. Dari 168 debitur, hanya sekitar 10 orang yang memenuhi kewajiban cicilan. Disamping itu, lebih dari separo peminjam kredit diketahui bukan berstatus karyawan Transvision.

“Dokumen debitur diduga dipalsukan. Nota MoU yang dibuat juga ditengarai tanpa sepengetahuan perusahaan pusat,” kata Fatin.

Berdasar hasil audit, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 27 miliar. Penyidik sampai saat ini masih mendalami perkara itu termasuk kemungkinan pengembangan nama tersangka.

Tinggalkan Balasan