Dua Penyelamat Siswa Hanyut Dapat Penghargaan dari Kemensos

SLEMAN, SM Network – Dua warga yang melakuan penyelamatan awal siswa SMPN I Turi yang hanyut di Sungai Sempor menerima penghargaan dari Kementerian Sosial. Keduanya adalah Sudarwanto (37) alias Kodir, dan Ahmad Hidayat alias Mbah Diro (72).

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana  Alam Kemensos Rachmat Koesnadi di Kantor Tagana Sleman, Selasa (25/2). Selain penghargaan, kedua orang ini juga memperoleh uang tunai masing-masing senilai Rp 10 juta.

Menurut Rachmat, sikap keduanya adalah bentuk perjuangan yang luar biasa dan layak dicontoh. “Mereka dengan sigap dan tanpa pamrih, berupaya keras untuk memberikan pertolongan. Ini tentunya harus kita apresiasi,” ujarnya.

Bantuan serupa tidak hanya diberikan kepada Kodir maupun Sudiro, melainkan merata ke seluruh relawan di Indonesia. Kemensos rutin memberikan apresiasi sebesar Rp 80 miliar per tahunnya kepada lebih dari 39.000 relawan.

“Sebetulnya semua relawan harus diapresiasi. Kali ini, kami memberikan penghargaan kepada Bapak Kodir dan Bapak Sudiro atas kerelawanan mereka  yang luar biasa,” katanya.

Ditemui usai mendapatkan penghargaan, Mbah Diro mengaku sebenarnya merasa berat hati menerima penghargaan itu. Sebab, tidak hanya dirinya dan Kodir saja yang melakukan aksi penyelamatan. “Banyak warga yang juga terlibat. Kebetulan yang tercatat saya dan Mas Kodir,” ujarnya.

Karena itu, dia berencana membagikan uang penghargaan tersebut kepada warga lain yang juga ikut terlibat dalam proses penyelamatan. Selain itu juga akan disumbangkan ke kas RT kampungnya. Sama halnya, Kodir juga akan membagikan uang itu ke warga yang turut membantu evakuasi.

Sebelumnya, Pemkab Sleman telah memberikan santunan sebesar Rp 21 juta kepada masing-masing keluarga korban meninggal dunia. Sedangkan korban luka dibagikan santunan senilai Rp 2,5 juta untuk tiap anak. Keseluruhan, ada 22 anak yang menderita luka-luka.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)

Tinggalkan Balasan