Dua Pekan, Polres Wonosobo Bekuk Tiga Tersangka Narkoba

WONOSOBO, SM Network – Jajaran Polres Wonosobo berhasil menangkap tiga tersangka kasus narkoba di wilayah Kabupaten Wonosobo baru-baru ini. Ketiga tersangka tersebut berhasil dibekuk petugas hanya dalam dua pekan pada awal tahun 2021 ditempat yang berbeda-beda.

Kapolres Wonosobo, AKBP Ganang Nugroho Widhi mengatakan, penangkapan berawal dari pengembangan kasus yang diselidiki oleh jajaran Satnarkoba Polres Wonosobo. Ketiga tersangka yang berhasil ditangkap berasal dari dua kasus yang berbeda.

“Pertama kita tangkap dua orang tersangka pada Rabu, 6 Januari 2021. Kemudian satu orang lagi pada kasus yang berbeda, yaitu kita tangkap pada Senin, 25 Januari lalu,” katanya saat memberikan pernyataan dalam ungkap kasus didepan awak media, kemarin.

Pada kasus yang pertama, Ganang menyebut jika kronologis bermula saat petugas menangkap Bayu Aditya (26) warga Dusun Wonobungkah, Kelurahan Jlamprang, Kecamatan Wonosobo pada 6 Januari di komplek Pasar Leksono pukul 23.00 malam. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua buah paket sabu didalam pakaiannya.

Bayu mengaku jika barang haram tersebut dibeli dari seseorang yang bernama Trubus warga Kasiran, Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo. Dua paket sabu itu dibayar dengan harga Rp 1.400.000. Rencananya, barang tersebut bakal digunakan untuk konsumsi pribadi.

“Atas pengakuan tersangka, kemudian pada malam itu juga kita datangi satu pelaku lain yang bernama Trubus ini di rumahnya. Jadi dalam satu malam kita tangkap dua pelaku,” terangnya.

Saat ini pihak kepolisian masih mencari satu pelaku lain yang berinisial DC asal Kledung, Temanggung. Pelaku ini menurut pihak kepolisian diindikasi sebagai salah satu pengedar yang menghubungkan barang haram ini masuk ke wilayah Wonosobo.

“Status DC ini masih DPO. Tapi sebagian besar data pribadinya sudah kita kantongi saat ini. Kita sedang mengembangkan kasus ini dengan melibatkan petugas dari luar kota,” jelasnya.

Saat ini kedua pelaku terjerat UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika primer dan diancam pidana kurungan paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun denda satu miliar rupiah.

Sementara, satu kasus lainnya yakni penangkapan yang dilakukan petugas kepolisian pada Ardiyanto, (25) warga asal Desa Timbang, Kecamatan Leksono. Dirinya herhasil ditangkap di salah satu rumah makan di Kertek pukul 15.00 WIB sore.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa tujuh lembar psikotropika jenis alprazolam berisi 68 butir yang petugas temukan dalam tas cangklong warna hijau milik tersangka.

“Seharusnya ada 70 butir yang diterima tersangka. Tetapi dua butir itu sudah dikonsumsi oleh pelaku sendiri saat perjalanan pulang dari Semarang,” terangnya.

Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku jika mendapat barang jenis psikotropika ini dari daerah Pudak Payung, Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Dibeli dari salah seorang yang bernama Bagong yang saat ini masih berstatus DPO dengan harga Rp 700.000. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 62 UU nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan amcaman pidana 5 tahun denda Rp 100 juta rupiah.

Tinggalkan Balasan