SM/Dananjoyo - Petugas dengan mengenakan alat pelindung diri melakukan simulasi dekontaminasi alat di Posko Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Pemerintah DIY, di Kantor Pusdalops BPBD DIY, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (16/3). BPBD DIY sebagai Posko Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Pemerintah DI Yogyakarta menerapkan semua protokol keamanan untuk kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 atau Corona.

PURWOREJO, SM Network – Dua orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat di RSUD dr Tjitrowardojo meninggal dunia, Minggu (19/4). Keduanya sudah menjalani tes Swab, yang belum hasilnya belum diketahui sampai dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Purworejo mengumumkan berita ini.

PDP tesebut, diketahui berjenis kelamin perempuan (40 tahun) warga Desa Sukowuwuh Kecamatan Bener, sedangkan satu orang lainnya, laki-laki (20 tahun) warga Desa Wonosari Kecamatan Ngombol. Mereka meninggal dunia di hari yang sama.

dr Darus selaku juru bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam penanganan Covid-19, Senin (20/04), keduanya memiliki penyakit bawaan yakni paru paru dan penurunan daya tahan tubuh. Mereka telah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di rumah sakit.

Meski hasil tes Swab belum keluar, kata dr Darus, proses pemulasaraan jenazah dan pemakaman, tetap menggunakan protokol Covid-19 dengan APD lengkap. Proses pemakaman berjalan lancar tanpa gejolak di tengah masyarakat.

“Termasuk penggalian makam yang dilakukan oleh masyarakat setempat,” kata dr Darus.

Selain kedua PDP tersebut, sambung dr Darus, terdapat satu orang lainya yang dikabarkan meninggal dunia. Korban berjenis kelamin perempuan (53 tahun) warga Kecamatan Loano yang pulang dari Jakarta. Orang tersebut meninggal dalam perjalanan di Kabupaten Banyumas.

“Belum diketahui apakah korban positif atau tidak. Pemakaman yang bersangkutan juga menggunakan protokol Covid-19. Saat ini 11 anggota keluarga yang berada di rumah duka, telah melakukan isolasi mandiri,” katanya.

dr Darus juga melaporkan, hingga kemarin pukul 16.00 waktu setempat, terdapat sepuluh orang OTG yang diisolasi di RSUD RAA Tjokronegoro. Berdasarkan hasil rapid test mereka dinyatakan positif. Sementara itu tercatat ODP berjumlah 1751 orang, dimana 1078 diantaranya sudah selesai pemantauan. PDP berjumlah 39 orng, terdiri dari 19 sembuh, 16 dirawat, 4 meninggal.

“Dari jumlah itu, 19 orang diantaranya sudah keluar hasil test swabnya dan dinyatakan negatif. Sedangkan yang positif berjumlah 5 orang,” ujarnya.


Heru Prayogo