Dua Kereta Luar Biasa Melintasi Wilayah Daop 6 Jogja

YOGYAKARTA, SM Network – Dua kereta api luar biasa (KLB) yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai 12 hingga 31 Mei nanti bakal melintasi wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Pengoperasian KLB ini dilakukan operator kereta api plat merah tersebut sebagai tindak lanjut dibukanya kembali transportasi umum oleh pemerintah di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

“Sekali lagi kereta ini bukan Kereta Lebaran, melainkan KLB atau Kereta Luar Biasa,” tutur Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Senin (11/5).

Eko menyebut pihaknya sudah menerima surat edaran pengerorasian KLB dari kantor pusat. Dalam surat itu ada 3 rute yang dilayani KLB dimana dua diantaranya melintasi wilayah Daop 6. Kedua rute itu adalah kereta dengan rute Gambir-Surabaya Pasarturi PP (Lintas Selatan) dengan 4 rangkaian kereta eksekutif dan 4 rangkaian kereta ekonomi. Kapasitas yang dijual sebanyak 264 tempat duduk atau 50 persen dari total tempat duduk tersedia. Kemudian rute rute Bandung-Surabaya Pasarturi PP yang berisi masing-masing 3 rangkai kereta eksekutif dan ekonomi. Tiket yang dijual sebanyak 198 tempat duduk atau separuh dari kapasitas maksimal tempat duduk yang tersedia. Sementara satu rute lainya tidak melintasi wilayah Daop 6 yakni rute Gambir-Surabaya Pasarturi PP (Lintas Utara).

“Untuk rute Gambir-Surabaya di Lintas Selatan itu Stasiun Yogyakarta dan Solobalapan bisa sebagai stasiun naik dan turun penumpang. Sementara KLB Bandung-Surabaya, di wilayah kami hanya di Stasiun Yogyakarta saja yang bisa menaikkan dan menurunkan penumpang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, tiket sudah mulai dijual sejak kemarin di loket stasiun keberangkatan penumpang. Pemesanan dan pembelian tiket dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan, oleh penumpang yang bersangkutan dan tidak dapat diwakilkan. 

Terpisah, VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) Joni Martinus dalam siaran pers-nya menyebut, setidaknya ada enam perjalanan KLB yang dioperasikan untuk masyarakat dimana pengoperasianya menyesuaikan terbitnya Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 6 Mei 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Sesuai SE ini masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB ialah pekerja di pelayanan penanganan Covid-19, pertahanan dan keamanan, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi penting; perjalanan darurat pasien atau orang yang memiliki keluarga inti sakit keras atau meninggal; serta repatriasi.

“Terdapat 6 perjalanan KLB yang kami operasikan untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan 

pemerintah dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat,” sambung dia.

Dia menambahkan, pengoperasian KLB ini terus dievaluasi pelaksanaannya sesuai dengan situasi yang berkembang di lapangan.

“Kami tegaskan, pengoperasian KLB ini dikhususkan hanya untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan yang  telah ditetapkan pemerintah dan bukan dalam rangka Angkutan Mudik Idul Fitri 1441 H,” tandas Joni.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan