Dua Bulan Warga Lereng Merapi Mengungsi

JOGJAKARTA, SM Network – Sebanyak 240 warga kelompok rentan Dusun Kalitengah Lor sudah hampir dua bulan tinggal di barak pengungsian Desa Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Mereka mengungsi sejak 7 November 2019 sejak status Gunung Merapi menjadi Siaga (level III).

Kesehatan para pengungsi menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Sabtu (2/1). “Kesehatan pengungsi baik-baik saja, tidak ada gangguan yang mengkhawatirkan,” katanya.

Joko menjelaskan ada tim yang memantau kesehatan pengungsi setiap harinya. Terlebih para pengungsi merupakan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, maupun ibu hamil. Jika ada warga yang sakit, lanjut Joko, biasanya gangguan ringan seperti flu maupun gatal-gatal.

“Kalau gangguan ringan ada, seperti flu, sakit perut, dan gatal-gatal,” terangnya. Pemkab Sleman memperpanjang status Tanggap Darurat Gunung Merapi. Keputusan tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Sleman Nomor 94.98/Kep.KDH/A/2020 yang ditandatangani Bupati Sleman Sri Purnomo pada 26 Desember 2020.

Perpanjangan status ini menimbang sejumlah hal, seperti laporan BPPTKG yang menyatakan Gunung Merapi masih berstatus Siaga (level III). Dari laporan BPPTKG dijelaskan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer.

Tinggalkan Balasan