TEMANGGUNG, SM Network – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Temanggung menilai penataan Kota di Temanggung selama ini tidak berjalan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kejadian banjir di beberapa titik di wilayah Kecamatan Temanggung dan Parakan yang menjadi pusat perkotaan.

Juru bicara Fraksi PPP Nurofik, mengatakan, tata kota yang tidak baik akan berdampak pada berbagai hal mulai bencana alam hingga ketidaknyamanan masyarakat. Maka saat ini perlu dilakukan pembenahan sejumlah infrastruktur di Temanggung, salah satunya yakni melalui pembenahan drainase.

“Kita pandang sudah saatnya dilakukan pembenahan masterplan drainase yang telah dibuat beberapa tahun yang lalu untuk segera difollow up. Kejadian-kejadian tentang banjir dikota Temanggung dan Parakan menunjukan fakta bahwa tata kota tidak berjalan dengan baik,” ujarnya kemarin.

Selain itu, roadmap tentang penanganan jalan-jalan Kabupaten juga dinilai belum berjalan sepenuhnya atau belum sesuai harapan. Walaupun sudah ada rancangan, akan tetapi fokus kegiatan belum menyentuh pada pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten yang ada. Akibatnya banyak sekali jalan kabupaten yang belum tersentuh dengan baik dan semakin rusak, meski diakuinya hal ini juga karena anggaran yang minim.

Juru bicara Fraksi Gerindra, Indah Cahyani, menuturkan, kegiatan pembangunan drainase baru mencapai 46,14%, sehingga di beberapa wilayah apabila turun hujan deras masih terjadi genangan bahkan air meluber sampai ke badan jalan. Selain itu pemerintah juga dinilai belum serius dalam penanganan sampah di Kabupaten Temanggung.

“Sebesar 67,23 %, daerah penyumbang sampah terbesar yaitu perkotaan atau kelurahan yang baru bisa terlayani 6 kelurahan dari 23 kelurahan yang ada. Disamping itu masih adanya truk pengangkut sampah yang tidak menutupi muatannya dengan terpal maupun jaring, sehingga sering terlihat masih adanya sampah dari truk yang beterbangan selama proses perjalanan menuju TPA,” tuturnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Dwi Sulistyowati menyampaiakan hal kritis bahwa pihaknya beberapa kali menemukan pengerjaan infrastruktur yang tidak sesuai dan tidak baik. Seperti halnya pembangunan terminal Ngadirejo yang terlihat asal-asalan, banyak atap bocor dan beberapa bangunan rusak.


Raditia Yoni Ariya

4 KOMENTAR