SM/dok - PEMULASARAAN JENAZAH: Tim gabungan melakukan pemulasaraan jenazah orang dalam pemantauan di Kecamatan Klirong, Kebumen.

MUNGKID, SM Network – DPRD Kabupaten Magelang membentuk Satuan Tugas Pengawas Penanganan Corona Virus Disease/Covid-19, yang beranggotakan 11 orang. Tim tersebut diketuai Grengseng Pamuji, dan wakil ketua Prihadi.

Pembentukan Tim Satgas DPRD ini bertujuan untuk melakukan pengawasan dan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan wabah corona.

Secara maraton, Tim Satgas memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang dan RSUD Muntilan. Pemanggilan ini berkenaan dengan penanganan Covid-19 yang telah dilakukan oleh Dinkes dan RSUD hingga saat ini. Tim juga meminta penjelasan tentang skema kerja dan target yang akan dilakukan oleh Dinkes dan RSUD ke depan. Hal ini bertujuan agar penanganan Covid-19 dapat berjalan dengan maksimal, dan penggunaan anggaran dapat dilakukan secara tepat.

“Kami akan melakukan pembelian alat rapid test corona untuk mengetahui tingkat persebaran wabah corona di Kabupaten Magelang. Pengadaan alat ini direncanakan sejumlah 13.000 rapid test dengan total anggaran sekitar 5M,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti.

Fiqi Akhmad, anggota Tim Satgas dari Fraksi PKS menegaskan uji rapid test yang dilakukan oleh Dinkes harus memenuhi kaidah statistika.

“Dengan adanya rapid tes ini kita berharap agar dapat mengetahui peta persebaran wabah corona di Kabupaten Magelang. Misalnya dengan menggunakan metode random sampling,” jelasnya.

Sementara itu, tim Satgas DPRD juga mendorong agar dilakukan rapid test covid-19 kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Magelang tanpa terkecuali, demi memastikan mereka bekerja dalam kondisi tubuh yang prima.


Dian Nurlita

2 KOMENTAR