DPRD Akan Panggil Eksekutif Terkait Penanganan Corona

MUNGKID, SM Network – Sejak ditetapkanya Kabupaten Magelang masuk zona merah oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Senin (15/6) kemarin, DPRD soroti kinerja gugus tugas penananganan covid-19 di Kabupaten Magelang. Dalam hal tersebut DPRD akan segera memanggil eksekutif untuk meminta penjelasan. Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua DPRD Kabupaten Magelang Suharno, saat dihubungi Jumat (19/6) siang.

Ia mengatakan bahwa gugus tugas, semestinya memberikan sosialisasi secara terus menerus. Baik ke dalam internal ASN maupun masyarakat, utamanya yang memiliki potensi kerumunan seperti di pasar, mal, tempat wisata dan sebagainya.

“SKPD mestinya harus ada pergerakan tidak usah menunggu,” tegasnya.

Sementara saat ini di Kabupaten Magelang terjadi fluktuatif, bahkan masuk zona merah di Jawa Tengah. Melihat hal tersebut, gugus tugas dan SKPD semestinya bisa melakukan persiapan dan sosialisasi.

“Fluktuatif ini masuk tiga zona merah di Jawa Tengah, sehingga Bupati mendapatkan teguran dari gubernur. Lha ini mengapa, paling tidak kesiapan gugus tugas berikut SKPD yang terlibat bisa bergerak tidak harus menunggu komando sesuai tusinya (tugas dan fungsi). Anggaran juga sudah mengajukan,” jelas Suharno yang juga Politisi Partai Gerindra ini.

Diketahuia berdasarkan data terakhir, jumlah kumulatif kasus pasien terkonfirmasi positif sampai sekarang sudah 142 orang. 92 sembuh, 33 dirawat, serta 13 orang lain menjalani isolasi mandiri, kemudian 4 orang meninggal dunia.

“Dewan sudah membentuk satgas pengawasan, sebetulnya sudah mendorong pihak eksekutif, SKPD-SKPD untuk ada satu gerakan-gerakan ke sana, Mestinya harus lebih kenceng lagi,” imbuhnya.

Untuk itu pihaknya akan minta penjelasan, baik secara teknis di komisi maupun gabungan pimpinan untuk miminta pertanggungjawaban gugus tugas dan SKPD yang terkait didalam penanganan covid-19.

“Kita segera undang secara kedisinasan. Bahkan satgas pengawasan yang kami bentuk di lembaga ini sudah mulai turun cek ke rumah sakit-rumah sakit yang ada. Kalau dana sudah disediakan, masih terjadi seperti itu (zona merah) penyebabnya apa,” pungkasnya.


Dian Nurlita/ ita

Tinggalkan Balasan