DPR Desak Pemerintah Stop Impor Bawang Putih

TEMANGGUNG, SM Network – Komisi IV DPR RI mendesak pemerintah RI untuk menutup kran impor bawang putih. Pasalnya, dari kunjungan disejumlah daerah di Indonesia memiliki potensi pertanian komoditas ini. Bahkan dari perhitungan produksi dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di mana kebutuhannya rata-rata 450 ribu hingga 500 ribu ton per tahun.

“Komitmen komisi 4 akan membuat keputusan politik stop impor bawang putih karena lahan di Indonesia mencukupi untuk ditanami bawang putih. Contohnya Temangung saat ini mampu mensuport 25 persen kebutuhan bawang putih nasional. Di wilayah Bromo Jawa Timur ada empat daerah yang cocok ditanami bawang putih, belum yang lain,”ujar
Ketua rombongan Komisi IV DPR RI, Hasan Aminudin, Jumat (28/2) petang.

Dia mengatakan itu, saat meninjau lahan bawang putih di ketinggian 1.500 mdpl Gunung Sindoro, di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Pihaknya terus mendorong pemeritah daerah, provinsi dan kementrian untuk melakukan sinkronisasi anggaran guna mendukung pertaniaan bawang putih di Temanggung dan daerah lain di Indonesia.

“Nggak usah impor kita bisa hidup, Indonesia tanpa impor bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Kabupaten lain, selain Temanggung banyak di Jawa Timur ada empat kabupaten, tentu bisa mencukupi. Kita bantu petani kalau panen raya terganggu harga, maka beri solusi, bantuan bibit dari APBN, infrstruktur dari kabupaten bisa dibantu Gubernur untuk provinsinya,”katanya.

Untuk mewujudkan stop impor saat ini DPR RI bersama pemerintah sedang melakukan penyederhanaan aturan perundang-undangan (omnibus law) di mana seluruh pasal akan dievaluasi. Gonjang-ganjing bawang di Tanah Air, sendiri menurutnya, bisa karena dua sebab, yakni permainan importir atau pedagang nakal dan memang bisa jadi karena ada kekuranghan stok.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin Zuhdi, mengatakan, luasan lahan bawang putih di Desa Tlahab saja 80 hektare, sedangkan di seluruh wilayah Temanggung ada 2.800 hektare, dengan hasil panen setiap 1 hektare mencapai 10-12 ton bawang basah. Namun sesungguhnya potensinya bisa mencapai 10.000 hektare sehingga potensi untuk pengembangan komoditas ini.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan