SM/Adib Annas Maulana - PERNYATAAN SIKAP : Pernyataan sikap DPD dan DPC Partai Demokrat se Jateng tentang penolakan KLB di Hotel Grand Candi Semarang, Minggu (7/3).

WONOSOBO, SM Network – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Wonosobo secara tegas menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar kubu kontra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Deliserdang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Ketua DPC Partai Demokrat Wonosobo, Mugi Sugeng mengatakan, KLB yang digelar sekelompok orang dengan mengatasnamakan partainya itu ilegal dan inkonstitusional. Menurutnya, penetapan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat merupakan suatu perbuatan yang mencederai demokrasi. Dimana Partai Demokrat diambil alih secara ilegal tanpa memperhatikan AD/ART Partai.

“DPC Partai Demokrat Wonosobo 100 persen menolak hasil KLB Sumut. Kita 35 DPC se-Jateng juga sepakat menolak hasil KLB dan tetap loyal kepada Ketua Umum AHY. 35 Kabupaten/Kota di Jateng telah berkumpul dan menyatakan sikap setia kepada AHY, ” tegasnya.

Mugi menjelaskan, 35 DPC di Jateng tidak ada satupun yang memberikan rekomendasi kepada anggotanya untuk mengikuti KLB Sumut. Jika ada yang mengatasnamakan DPC, lanjut mugi, itu merupakan hal yang ilegal. Menurutnya, DPC Partai Demokrat, Fraksi, hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) kompak menolak hasil KLB.

“Wonosobo dari struktural Partai semua menolak. Kita harus berpegang teguh kepada Demokrasi. Sikap DPC Demokrat Wonosobo akan melawan, ” Tandasnya. Mugi berharap, Pemerintah pusat bisa bersikap tegas dan netral. Sehingga permasalahan ini bisa cepat terselesaikan. “Bola liar ada di pihak Pemerintah. Pemerintah harus tegas dan netral. Kembalikan konstitusi, ” Ungkapnya saat dihubungi via telepon, Minggu (7/3).

Sekertaris DPC Partai Demokrat Wonosobo, Chamdan mengatakan, mengatakan kader dan pengurus Partai Demokrat tetap loyal dan cinta pada Ketua Umum DPP Partai Demokrat AHY dan SBY sebagai pendiri Partai Demokrat. Menurutnya, Partai Demokrat tidak bisa dipecah belah karena kepentingan pihak eksternal. “Siapa berani turunkan engkau (AHY), serentak kadermu (Partai Demokrat) membela. Ini menunjukan jika kader tetap setia dan loyal pada AHY dan SBY. Partai Demokrat tidak bisa dipisahkan dari AHY dan SBY,” tegasnya.