DP3 Sleman Siapkan Tampungan Limbah Ternak di Pengungsian

SLEMAN-Sedikitnya 169 ekor sapi milik warga Dusun Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman telah dievakuasi. Sebanyak 74 ekor ditempatkan di kandang komunal Singlar.

Sedangkan 48 ekor lainnya diungsikan di kandang semi permanen yang dibangun di Lapangan Banjarsari. “Sebagian lainnya ditempatkan di huntap Gading, Jetissumur, Karangkendal, Pagerjurang, Cawisan, dan Klaten,” kata Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Nawangwulan saat dikonfirmasi Suara Merdeka, Sabtu (21/11).

Kandang ternak di Lapangan Banjarsari yang letaknya berdekatan dengan barak Glagaharjo, terdiri dari 20 unit dengan daya tampung 200 ekor sapi. Sementara ini, baru 10 unit yang selesai dibangun. Sedangkan kapasitas shelter Singlar masih tersisa 15-20 ekor sapi.

Ikhwal pengolahan limbah, Nawang menjelaskan, di kandang Singlar sudah ada tempat penampungan khusus. Sedangkan shelter Banjarsari akan dibuatkan tampungan limbah di sisi ujung timur. Tiap periode tertentu, kotoran ternak tersebut akan diambil untuk kemudian diolah menjadi pupuk.

“Pengolahan limbahnya sudah dipikirkan supaya tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Terkait pemenuhan kebutuhan air, pihaknya telah menyiapkan water torn. Namun sumber itu saja tidak cukup mengingat kebutuhan air untuk konsumsi ternak tiap ekor bisa mencapai 25-40 liter per hari. Jumlahnya akan lebih banyak untuk perawatan sapi perah. Kondisi ambing harus bersih agar susu yang dihasilkan tidak tercemar bakteri.

Untuk memenuhi kekurangan itu, relawan membantu dengan menyediakan tangki air. Setiap hari paling tidak dibutuhkan 3 tangki. “Untuk kebutuhan pakan, selain mengandalkan mandiri, kami juga mendapat bantuan dari Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia. Belum lama ini didistribusikan hampir 4 ton konsentrat yang bisa digunakan selama 4-5 hari,” ungkapnya.

Sementara untuk pakan hijauan, peternak masih mencari rumput secara mandiri di atas lereng Merapi. Dinas memfasilitasi transportasi berupa tiga unit pickup untuk mengangkut rumput tersebut ke shelter. Idealnya, pemberian pakan hijauan adalah 10 persen dari bobot ternak sedangkan konsentrat 1 persen.

“Meski ditempatkan di shelter, harapannya kebutuhan pakan dan air bagi ternak bisa terpenuhi dengan baik,” tutup Nawang.

Tinggalkan Balasan