DLH Kaji Permohonan Izin Amdal Underpass Canguk

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengkaji dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) rencana pembangunan perlintasan tidak sebidang (underpass) di simpang Canguk, Kelurahan Rejowinangun Utara. Izin Amdal menjadi syarat utama, untuk mengurus izin-izin lainnya.

Kepala DLH Kota Magelang, OT Rostrianto mengatakan, pihaknya sudah menerima permohonan izin Upaya Pengelolaan Lingkungan–Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Pihaknya pun akan segera mengadakan rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Rapat diikuti OPD terkait, seperti Dishub, Bappeda, DPMPTSP, Kecamatan Magelang Tengah, dan masyarakat. Kami sengaja umumkan permohonan izin ini agar mendapat tanggapan dari masyarakat. Jika ada yang mengusulkan hal tertentu, bisa tertampung,” ujarnya, Senin (8/2).

Dia menuturkan, izin merupakan hal pertama yang harus diselesaikan sebelum izin-izin lainnya. Adanya kajian lingkungan secara optimal, diharapkan saat pembangunan nanti tidak menimbulkan persoalan.

“Penilaian Amdal meliputi membahas dan menyerap usulan dari perwakilan masyarakat tentang dampak lingkungan yang akan terjadi ketika pembangunan underpass di Canguk berlangsung,” katanya.

Kasi Penataan dan Perizinan Lingkungan Hidup DLH Kota Magelang, Joko Purnomomenambahkan, pembahasan tentang penilaian Amdal bagian kecil dari rencana pembangunan proyek underpass Canguk di Jalan Urip Sumoharjo itu.

“Dokumen izin lingkungan ini belum kami bedah, karena rencana baru akan kita kaji nanti. Selama tiga hari kita umumkan, agar mendapat tanggapan dari masyarakat, dan target selesainya kajian adalah 14 hari setelah diumumkan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, leading sektor pembangunan underpass di kawasan Canguk menjadi ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) RI. Sementara, DLH hanya ditugasi untuk menyelesaikan izin Amdal maupun UKL-UPL-nya.

“Analisanya akan jadi acuan atau persyaratan izin-izin lainnya. Mekanismenya, setelah kita kaji, nanti akan dikirim ke DPMPTSP Kota Magelang, untuk kemudian ditandatangani WaliKota Magelang, dan baru dikirimkan ke pusat,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kota Magelang, Handini Rahayu mengutarakan, rencana pembangunan jembatan layang Canguk sebenarnya sudah cukup lama diusulkan Pemkot Magelang ke Kementerian PUPR.

“Kami kirim proposal ke pemerintah pusat sudah cukup lama, tapi tidak direspons. Kami terus mengajukan sampai akhirnya sekarang sepertinya mendapat lampu hijau,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan