DIY Tambah 22 Rumah Sakit Untuk PDP Korona

YOGYAKARTA, SM Network- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DIY menambah rumah sakit untuk merawat orang-orang yang masuk dalam kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di tengah minimnya ketersediaan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi petugas medis.

“Harapannya kami tambah 28 melengkapi empat rumah sakit yang memang sudah melayani pasien terkena Covid-19. Tapi ini yang memenuhi syarat hanya 22 rumah sakit,” tutur Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie, Kamis (19/3).

Pembajun menjelaskan, dari 78 rumah sakit di DIY hanya 22 diantaranya yang memenuhi persyaratan untuk bisa melayani PDP korona. Sejumlah persyaratan tersebut seperti sarana, ruangan, peralatan dimana semua memilikinya dan terstandarisasi. Lalu ketersedian Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing rumah sakit tersebut.

“Kami berterima kasih juga dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) DIY dimana mereka bersedia mengerahkan relawan tenaga medis jika sewaktu-waktu diperlukan,” tutur dia.

Penambahan jumlah rumah sakit yang akan segera disahkan lewat Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY tersebut, jelas Pembajun tak terlepas dari  kondisi perluasan korona yang cukup masif di DIY.

Dia menyebutkan, hingga kemarin setidaknya sudah 31 orang masuk dalam kategori PDP dimana salah satunya memutuskan mengisolasi diri di rumah. Selain itu ada dua pasien positif korona dimana salah satunya juga adalah seorang guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Kondisi yang positif korona ini stabil dan diisolasi. Salah satu pasien diisolasi di ICU karena faktor kompilasi kesehatan lainnya,” tutur dia.

Pembajun menjelaskan pihaknya terus mendorong ke-22 rumah sakit tambahan tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan setara terhadap orang yang masuk kategori PDP. Meski diakuinya pula sejumlah keterbatasan tetap menghantui seperti keberadaan APD yang banyak tak memenuhi persyaratan.

“APD banyak yang masalah, rumah sakit ini komitmennya besar tapi terbentur dengan APD . Saya tak bisa membiarkan teman-teman medis bekerja tanpa perlindungan yang baik karena sudah ada beberapa tenaga medis kita yang terinfeksi.  Kami masih terus cari cara bagaimana mendapatkan APD yang baik agar teman-teman tenaga medis di rumah sakit dan puskemas bisa melayani secara maksimal,” ungkap wanita berhijab itu.

Adapun kondisi tenaga medis saat ini, Pembajun memastikan mereka siap memberikan pelayanan maksimal. Namun, diakuinya juga ada keterbatasan jumlah dokter spesialis paru dan konsultan paru.

“Makanya kami minta dokter spesialis lain seperti penyakit dalam untuk melakukan penguatan. Ini berlaku di 22 rumah sakit tambahan tadi,” tandas dia.

Sebagaimana diketahui, di DIY ada empat rumah sakit yang diberi wewenang menangani pasien korona. Keempatnya adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RUSP) dr Sardjito, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban Jogja dan RSUD Wates Kulonprogo.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan